231 Nakes di Aceh Divaksin Covid-19 Tahap Satu

231 Nakes di Aceh Divaksin Covid-19 Tahap Satu
Ilustrasi |Foto: Kompas.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Sedikitnya 231 tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar menjalani vaksinasi Covid-19, Jum'at 29 Januari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan hingga Kamis 28 Januari 2021 sore, total tenaga kesehatan yang telah disuntik terdapat 231, 27 batal karena faktor kondisi, dan 213 orang komorbid atau ada hal-hal yang tidak dibolehkan.

Sebelumnya, dari data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Aceh, tercatat ada 8.855 tenaga kesehatan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Jumlah tersebut terbilang jauh jika dilihat dengan realisasi pelaksanaan vaksin Covid-19 yang dilaksanakan pada tahap satu.

Hanif menyebutkan ada beberapa hal yang menjadi penyebab masih banyaknya tenaga kesehatan belum disuntik Vaksin Sinovac, diantaranya minimnya pemahaman tenaga kesehatan mengenai manfaat vaksin hingga banyaknya dari mereka yang percaya dengan berita bohong (hoaks) terkait efek samping vaksin.

“Sebenarnya ada beberapa teman-teman kita yang belum paham sekali tentang vaksin, padahal kita sudah berikan informasinya. Tetapi mungkin mereka kurang open dengan informasi yang ada dan terlalu banyak mendapatkan informasi yang tidak benar. Padahal kan tidak ada,” ujarnya.

Penolakan untuk tidak disuntik vaksin ternyata tak hanya datang dari dua faktor tersebut, namun terdapat faktor internal dari diri para tenaga kesehatan, yaitu banyak tenaga kesehatan di Aceh yang dinilai masih takut dengan jarum suntik.

“Saya melihat, ada yang takut karena disuntik bukan karena vaksinnya,” ungkap kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh tersebut.

Hingga kini, kata Hanif belum ada ketentuan maupun aturan khusus mengenai sanksi bagi tenaga kesehatan di Aceh yang tidak mau divaksinasi. Meski demikian, ia lebih mengusulkan agar dilakukan pendekatan secara persuasif kepada para tenaga kesehatan, seperti memberikan pemahaman serta edukasi mengenai manfaat vaksin.

“Saya yakin seiring berjalannya waktu, jika mereka melihat yang telah disuntik tidak bermasalah, saya yakin mereka juga akan terima,” lanjutnya.

Sementara, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan setiap tenaga kesehatan terutama yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib disuntik vaksinasi. Itu sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia. Sedangkan bagi tenaga kesehatan selain ASN, memiliki hak untuk menolak.

“Di luar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ASN, dia punya hak untuk menolak tetapi kita harapkan paling tidak dia sudah paham tentang vaksin ini,” kata Nova, ketika dijumpai usai divaksinasi tahap dua di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.*** | MHD SAIFULLAH, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...