31 Ribu Warga Miskin di Kabupaten Bireuen Terima Dana Sembako

31 Ribu Warga Miskin di Kabupaten Bireuen Terima Dana Sembako
Bupati Bireuen, Muzakkar A.Gani, didampingi Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, menyerahkan kartu KKS kepada penerima usai melaunching KKS di Aula Setdakab lama, Jumat 23 Juli 2021. | Foto : KBA.ONE, WAKNEN JULI

"Belanjakan Sesuai Ketentuan, Bila Tidak, Siap-siap Dikeluarkan dari Data Penerima".

KBA.ONE, BireuenSebanyak 31 ribu warga miskin di Kabupaten Bireuen menerima dana bantuan Program Sembako yang dapat diambil tunai melalui ATM maupun Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Diharapkan dana tersebut dibelanjakan sesuai dengan bahan pangan yang sudah ditentukan, apabila tidak maka penerima bersiap dikeluarkan dari data penerima bantuan sembako.

Hal ini disampaikan Bupati Bireuen, Muzakkar A.Gani, saat melaunching  Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Bireuen, Jumat 23 Juli 2021 di Aula Setdakab lama. 

Kata dia, pembelanjaan sembako atau bahan pangan sesuai dengan ketentuan oleh Kementerian Sosial sesuai dengan Surat  Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak yang harus ditandatangani Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

“Jika KPM tidak membelanjakan dana program sembako ini sesuai dengan yang sudah ditetapkan, maka KPM akan dikeluarkan dari data penerima bantuan sembako,” tegasnya.

Begitupun, dirinya menyambut baik penyaluran KKS Sembako untuk keluarga miskin khususnya Kabupaten Bireuen ini di masa pandemi Covid-19, sehingga Masyarakat tidak kekurangan sandang dan pangan.

Ia menyebut, KKS menjadi syarat wajib bagi penerima bansos regular dan khusus pandemi Covid-19, sebagaimana tercantum dalam Permensos Nomor 20 tahun 2019 tentang penyaluran bantuan non tunai. KKS baru yang akan disalurkan ini merupakan KKS peralihan dari bank konvensional ke Bank Syariah Indonesia (BSI). 
Hal ini menindaklanjuti berlakunya Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Mulyadi, menyebutkan penyaluran program tersebut dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan Desember 2021. Khusus pada launching Jumat 23 Juli 2021, pihaknya hanya mengundang sebanyak 80 orang terdiri dari Kecamatan Jeumpa, Kuala, Juli  dan Kota Juang yang akan menerima saldo di rekening sebanyak Rp600 ribu.

“Sekali lagi kami juga mengharapkan agar pemanfaatan bansos ini tidak dibenarkan untuk belanja selain yang ditentukan serta wajib menandatangani SKTJM,” tandas Mulyadi. | WAKNEN JULI, Kontributor Bireuen

Anara

Komentar

Loading...