4 Fakta di Balik Baku Tembak Pasukan Elite TNI AU dengan KKB di Bandara Amenggaru Papua

4 Fakta di Balik Baku Tembak Pasukan Elite TNI AU dengan KKB di Bandara Amenggaru Papua
Serambi Indonesia/Hendri | FOTO ILUSTRASI: Prajurit Paskhas TNI AU mengamankan pesawat asing beserta pilotnya yang melakukan pelanggaran wilayah udara Indonesia saat Latihan Antar Satuan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I Jalak Sakti di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (8/9/2020). 

KBA.ONE, JAYAPURA - Sejumlah personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Bandara Amenggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (19/2/2021).

Dilaporkan ada satu anggota KKB tewas dan aparat gabungan TNI dan Polri sedang melakukan pengejaran.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Diserang saat pengamanan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, di Jayapura, menjelaskan, baku tembak terjadi selama 2,5 jam.

Saat itu, beberapa personel Paskhas TNI AU ditembaki dengan menggunakan senjata laras pendek dari arah bukit.

"Sekitar pukul 09.20 WIT di Ilaga, tepatnya di runway Bandara Ilaga terjadi penembakan terhadap rekan-rekan Paskhas sedang melakukan pengamanan bandara," katanya.

2. Satu anggota KKB tewas

Dalam kejadian itu, satu anggota KKB tewas tertembak. Namun, aparat masih mendalami identitas dan dari kelompok mana.

"Didapatkan satu KKB meninggal dunia, identitasnya lagi didalami, korban sudah dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Sementara itu, tak ada korban luka maupuan jiwa dari pihak aparat TNI dan Polri.

3. Penyerang berjumlah lebih dari lima orang

Sementara itu, baku tembak terjadi selama lebih kurang 2,5 jam. Diperkirakan kelompok penyerang antara 5 sampai 10 orang.

"Kontak tembak cukup lama karena dari ujung runway mereka (KKB) lari ke atas bukit. Kelompok ini jumlahnya antara lima sampai sepuluh orang," kata Kamal.

4. Dilakukan pengejaran

Terkait dengan identitas anggota KKB yang tewas dalam kontak tembak, Kamal mengaku belum tahu pasti identitasnya.

"Kami masih menunggu laporan lengkap dari Polres Puncak, " kata Kombes Pol. Kamal.

Sementara itu, saat ini aparat gabungan tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok penyerang tersebut.

Prada Ginanjar gugur

Anggota Yonif Raider 400/BR tewas dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), yang terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2/2021).

Prajurit yang gugur atas nama Prada Ginanjar.

Dari data yang berhasil dihimpun jenazah Prada Ginanjar sudah berhasil di evakuasi dari Sugapa Intan Jaya ke Timika.

Jenazah di evakuasi dengan menggunakan Helly Bell dan tiba di Lapangan Bola Mako Brigif Raider 20/3/IJK Kostrad. Jalan poros Mapuru Jaya.

Kemudian jenazah dibawa dengan ambulance menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika.

Asops Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo membenarkan adanya prajurit gugur saat melaksanakan tugas di Intan Jaya. "Jenazah prajurit yang gugur sudah berhasil di evakuasi dari lokasi kejadian. Saat ini disemayamkan di Yonif 754,"ucapnya saat dihubungi via telepon selulernya.

Korban terkena tembakan di bagian perut. Meski Brigjen Suswatyo tidak memberikan keterangan terkait kronologis kejadian.

Rencananya, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta Selasa besok menggunakan pesawat komersil untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halaman, Sunda Jawa Barat.

Mengenai kronologis kejadian, pihak Kodam XVII Cenderawasih belum memberikan keterangan resmi.

Juru Bicara OPM Sebby Sambon membenarkan adanya aksi baku tembak dengan pasukan TNI di Intan Jaya.

"Hari Jumat lalu dan hari ini, TPN dengan TNI baku tembak, kami sudah terima laporan dari lapangan,"kata Sebby saat dikonfirmasi via selulernya.

Pasukan TPNPB-OPM telah menembak mati seorang anggota TNI di Intan Jaya Papua.

"Kontak senjata terjadi antara Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Pasukan Kriminal TNI & PORLI pada tanggal 15 February 2021 pukul 8 pagi di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua di Kampung Mamba.

Dalam kontak senjata tersebut Pasukan TPNPB berhasil menembak Mati 1 Anggota Militer Indonesia (TNI) atas Nama Prada Ginanjar dari yonif Raider 400,"kata Sebby.

Sampai Saat ini kontak senjata masih berlanjut. TPNPB KODAP VIII Intan Jaya dibawah Piminan Sabinus Waker bertanggungjawab.

"Penyerang ini dipimpin langsun oleh Komandan KOMPI yaitu O. Kogeya,"kata Sebby.

Dengan melihat eskalasi Konflik Perang anatar Pasukan TPNPB dan Pasukan Kriminal TNI & Polri di Papua, maka Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNB) sampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa Perang Pembebasan Nasional yang dilakukan oleh Pasukan TPNPB tidak akan berhenti.

"Oleh karena itu Pemerintah Indonesia menbuka diri dan bersedia duduk di meja perundingan bersama Pimpinan TPNPB dan semua elemen perjuangan guna mencari solusi,"ajak Sebby.(Kontributor Tribunnews.com/Banjir Ambarita)

Komentar

Loading...