fls2n.com

68 Penari Kreasi Berlaga di FLS2N Tingkat SMA/SMK

68 Penari Kreasi Berlaga di FLS2N Tingkat SMA/SMK
Peserta lomba tari kreasi dari seluruh Indonesia bersama dewan juri. | Foto: Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh – Sebanyak 68 peserta tari kreasi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK dari seluruh indonesia tampil di perlombaan Tari Kreasi di gedung tertutup Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, Selasa, 28 Agustus 2018.

Dari tiap daerah masing-masing diutus 2 peserta untuk mengikuti lomba tari kreasi. Event yang dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB tersebut menampilkan 34 tari kreasi dari daerah di seluruh Indonesia. Di antaranya Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Tengah, Sumatera tengah, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Papua, Bali, Riau, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Nusa tenggara Timur, dan Aceh.

Tari kreasi adalah jenis tarian inovasi dengan menyesuaikan gerakan, alat pengiring, atau properti yang digunakan dalam tarian tersebut. Ini agar terlihat modern serta dapat diterima oleh masyarakat Indonesia seiring perkembangan zaman.

Seperti Tarian dari Gorontalo berjudul “Banta’o” yang artinya (anakku). Tari  ini ditampilkan oleh peserta nomor urut 9. Ia terinspirasi dari Suku Polahi yang hidupnya di hutan, terutama suku polahi wanita dimana mereka harus bekerja mencari nafkah tetapi juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Menjaga anak sambil bekerja, kisah tersebut yang dicerminkan dalam tarian kreasi dari Gorontalo.

“Inilah cerminan tarian dari Gorontalo yang menggambarkan sosok perempuan-perempuan kokoh dan tangguh yang bisa bekerja sambil merawat anak,” kata Suwartin Makrun, pendamping peserta tari kreasi dari Gorontalo, di  Banda Aceh, Selasa 28 Agustus 2018.

Maria Darmaningsih, dari Institute Kesenian Jakarta (IKJ), juri tari kreasi FLS2N 2018 di Aceh, menilai potensi para peserta di tahun ini sangat luar biasa. Kemajuannya, kata Dia, meningkat dibanding tahun lalu. Mungkin juga judul "Karya Inovasi" itu sangat menginspirasi sehingga banyak dari gerak tubuh dan garapan tarinya meningkat sekali. "Saya ikut bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini karena melihat langsung pengaruh dari program ini di perkembangan dunia tari kreasi di tingkat anak-anak SMA/SMK,” katanya. 

Dari hasil diskusi juri, tambah Maria, ada 12 nama yang masuk final. Saat diskusi pemilihan finalis juri sangat sulit menentukan 10 finalis maka juri memutuskan menambah finalis menjadi 12 nama yang akan tampil di final. Juri juga menyadari banyak pesan yang ditampilkan di tari kreasi ini di antaranya pesan kekeluargaan, pertemanan dan inovasi-inovasi untuk mengungkap gagasan.

“Banyak sekali peserta yang kompetensinya besar sekali, tapi saya belum melihat potensi itu digarap dengan sebaik-baiknya. Makanya ke depan, potensi itu harus digarap maksimal. Saya melihat Kalimantan, Sulawesi, dan Aceh termasuk daerah yang memiliki inovasi dalam mengembangkan tari kreasi. Daerah ini bisa mendobrak tradisi dan melakukan lompatan. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk mengembangkan karya-karya yang sesuai dengan dunia mereka,” ungkap Maria. ***

Komentar

Loading...