70 Atlet Panjat Tebing Rebut Piala Bupati Aceh Tengah

70 Atlet Panjat Tebing Rebut Piala Bupati Aceh Tengah
70 atlet panjat tebing memperebutkan piala Bupati Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Sebanyak 70 atlet dari komunitas dan club yang tersebar di kabupaten berhawa sejuk itu ikut meriahkan single event dan multievent lanjutan piala Bupati Aceh Tengah tahun 2021 dalam cabang Panjat Tebing, di Lapangan Panjat Tebing Musara Alun setempat.

Panitia telah menyiapkan uang pembinaan dengan total Rp11 juta. Bahkan sebelumnya panitia telah memperbaiki sarana pertandingan dinding untuk atlet yang saat ini sedang berkompetisi.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo, mengatakan cabang olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang sangat cocok dijadikan sebagai salah satu sport tourism dengan memanfaatkan tebing alam yang berada seputaran Danau Lut Tawar, sehingga para wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Gayo namun bisa merasakan sensasi alam yang telah disuguhkan.

Acara yang rencananya akan dilaksanakan dalam lima hari kedepan diikuti oleh pelajar dalam Aceh Tengah guna untuk mencari peserta yang berbakat  mewakili Aceh Tengah dalam olahraga panjat tebing.

"Kegiatan ini bertujuan menjaring atlet - atlet berbakat sehingga nantinya bisa menciptakan climbers berprestasi tingkat nasional dan internasional,” terang Zulfan Diara Gayo kepada wartawan, Rabu 13 Oktober 2021, di Lapangan Musara Alun Takengon.

Sejak berdirinya kepengurusan Federasi Panjat Tebing Indonesia Kabupaten Aceh Tengah, sudah banyak torehan prestasi salah satunya kejuaraan nasional di Solo tahun 2018, serta mengantarkan atlet ikut serta dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016.

“Selamat bertanding, raih prestasi menuju PON, kalian pasti bisa,” tutup Zulfan sembari memberi aba-aba untuk berhati-hati saat bertanding.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mengatakan dengan adanya kegiatan tersebut harus memunculkan bakat-bakat baru dari generasi penerus di kabupaten penghasil kopi arabika terbaik dunia itu.

"Event seperti ini sejatinya adalah untuk mempopulerkan olahraga panjat tebing bagi generasi penerus Aceh Tengah, demi lahirnya generasi unggul panjat tebing Aceh Tengah," ungkap Shabela.

Panjat tebing juga menjadi wahana sport tourism, dimana kolaborasi olahraga dan pariwisata yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh Tengah. Dengan adanya hal tersebut, maka akan berdampak pada semakin lancarnya perputaran roda ekonomi di tengah masyarakat Aceh Tengah.

Bagi para peserta supaya dapat meraih prestasi setinggi-tingginya, serta tetap menjaga keselamatan karena ini adalah olahraga yang termasuk ekstrem. "Jangan hanya bermimpi untuk memenangkan piala bupati ini, tapi bulatkan tekad untuk menjuarai PON yang akan datang serta berprestasi di tingkat internasional juga," katanya.

Shabela juga dengan tegas berpesan, kegiatan itu wajib dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ekstra, sehingga tidak terjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Meski olahraga itu disebut ekstrem, harus menjadi salah satu contoh dalam hal penanganan wabah ini.

“Jauhi kerumunan, tetap mengenakan masker setelah bertanding, supaya kita menang melawan wabah yang tak kasat mata ini,” tutup Shabela sembari mengajak semua pihak untuk mensukseskan program vaksinasi di kabupaten itu.

Anara

Komentar

Loading...