8 Hari Operasi Patuh Seulawah, Pelanggar Didominasi Milenials

8 Hari Operasi Patuh Seulawah, Pelanggar Didominasi Milenials
Ilustrasi |Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Delapan hari sejak dimulainya Operasi Patuh Seulawah, Kamis 23 Juli 2020. Ratusan pelanggar yang terjaring dalam razia rata-rata kaum milenials.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas), AKP Yasnil Akbar Nasution, mengatakan selama delapan hari Operasi Patuh Seulawah di Banda Aceh, 218 kendaraan jenis motor dan mobil yang terjaring razia.

"Delapan hari sejak dimulai sudah 218 yang terjaring razia. Rata-rata yang kena razia masih berstatus sebagai Mahasiswa," kata Yasnil kepada KBA.ONE, melalui pesan WhatsApp, Kamis 30 Juli 2020.

Kata dia, sasaran utama pihaknya untuk pengendara motor dalam razia tersebut yaitu tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Sedangkan untuk mobil, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).

"Tidak menutup kemungkinan surat-surat juga diperiksa. Kasus yang banyak kita dapatkan di lapangan pengendara tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)," tutur Yasnil.

Selain itu, ia juga menjelaskan sasaran lainnya dalam Patuh Seulawah 2020 itu kendaraan yang melebihi batas kecepatan, melawan arus, mabuk saat mengemudi dan mengendarai, dilarang menggunakan handphone serta pengendara yang masih di bawah umur.

"Ada tiga titik Operasi Patuh Seulawah di Banda Aceh, di depan Masjid Raya Baiturrahman, depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan di Lampeuneurut," ungkapnya.

Para pelanggar yang terkena tilang dalam razia itu, kata Yasnil, membayar denda melalui Bank BRI. "Saya berharap ke depan masyarakat lebih patuh dalam berkendara serta melengkapi semua surat-surat yang ada," imbau Kasat Lantas Polresta Banda Aceh itu.***

Komentar

Loading...