Abaikan Kritikan, Tiga LSM di Agara Minta CV. Kayama Hentikan Pekerjaan

Abaikan Kritikan, Tiga LSM di Agara Minta CV. Kayama Hentikan Pekerjaan
Lokasi proyek pekerjaan CV. Kayama di Aceh Tenggara. | Foto: KBA.ONE, Bulkainisah

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Proyek penanganan longsoran tebing ruas jalan nasional Aceh Tenggara- Gayo Lues, Kilometer (Km) 30 Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara menuai kritikan dari kalangan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), diantaranya Gerakan Anti Korupsi Alas Generasil (GKAG), Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (Gempur), dan Solidaritas Rakyat Demokrasi Keadilan (SRDK).

Ketiga LSM tersebut meminta agar secepatnya memberhentikan pekerjaan proyek penanganan longsoran tebing jalan yang diduga syarat dengan masalah.

Menurut mereka, pekerjaan proyek itu sangat diragukan kualitasnya dan dampak alam sekitar, serta pekerjaan tersebut terjadi penyempitan aliran sungai Lawe Alas. Sehingga sangat diragukan akan terjadi luapan banjir di bagian sisi barat aliran sungai tersebut.

Selain dari dampak alam, kualitas dan volume fisik juga sangat diragukan. Maka dari itu kata mereka, pihaknya menduga keras ada pencurian volume pada pondasi fisik yang terlihat ditutup-tutupi dari kasat mata.

Ketua LSM GKAK, Arafik Beruh, kepada KBA.ONE, Senin 29 Juni 2020, menyebutkan banyak kejanggalan atas pekerjaan itu, salah satunya  penggunaan material batu pecah untuk bahan baku utama pondasi jenis K 225, diduga keras dari stunt crusher tanpa izin alias ilegal.

Atas kejadian ini, Arafik meminta Menteri Pekerjaan Umum untuk menghentikan pekerjaan yang tengah dilakukan CV. Kayama  yang diduga berkantor di Aceh Utara.

Hingga berita ini di rilis, sejumlah pengawas dan yang bertanggung jawab atas pekerjaan CV. Kayama belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Fajri, saat dihubungi KBA.ONE, melalui pesan Whatsapp, mengatakan pihaknya akan menyampaikan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Komentar

Loading...