Abi Lampisang Menjadi Pemateri Dalam Raker MAA

Abi Lampisang Menjadi Pemateri Dalam Raker MAA
Abi Lampisang memberikan materi dalam Raker MAA se Aceh, Rabu 1 September 2021 | Foto : KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Tengku Ahmad Tajuddin atau sering disapa dengan Abi Lampisang tokoh Agama Islam yang juga ulama kharismatik asal Aceh Besar menjadi pemateri dalam Rapat Kerja (Raker) Majelis Adat Aceh (MAA) se Aceh, di Banda Aceh, Selasa - Rabu 31 Agustus hingga 1 September 2021.

Raker MAA yang dihadiri oleh perwakilan dari 23 kabupaten dan kota serta pengurus MAA Propinsi Aceh, Raker hari kedua dipandu oleh Syech Marhaban wakil ketua dua MAA Aceh sekaligus mendampingi Abi Lampisang ketika menyampaikan materinya tentang kekuatan adat dalam memperkuat syariat islam.

Abi Lampisang mengajak seluruh pengurus dan pemangku adat di Aceh untuk terus mendorong penguatan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat Aceh agar menjadi bangsa yang kuat.

"Tanyo lawetnyo ka mulai ta tinggai adat lale ngen hape yang tuwo amanah indatu, sehingga hana lei silaturrahmi lam udepnyo," kata Abi Lampisang yang bermakna " Kita sudah mulai meninggalkan adat lebih lalai dengan hape sehingga lupa dengan silaturrahmi," artinya.

Dari masa zaman perjuangan membawa agama islam di bumi serambi mekah, Aceh terkenal dengan kekuatan adat dan agama yang sulit ditembus oleh penjajah, saat ini penjajahan gaya baru telah menerobos Aceh lewat hand phone.

Untuk menghalau gaya kehidupan milineal zaman kekinian, resep yang paling ampuh adalah kekuatan syariat islam dibalut dengan adat istiadat, porsi saling mengahargai dan saling silaturrahmi sehingga menghasilkan berbagai kekuatan yang tidak mampu digoyah oleh bangsa manapun di muka bumi ini.

Abi Lampisang yang juga tokoh politik islam di Aceh juga mengingatkan untuk bermitra dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program guna percepatan pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Abi Lampisang dalam orasinya berbahasa Aceh selama satu jam, mengundang berbagai pertanyaan oleh peserta, salah satunya pertanyaan dari pengurus MAA propinsi, Harbiyah Gani bahwa ulama Aceh harus cepat bersikap jika ada brand baru di Aceh yang merusak adat istiadat di Aceh, seperti Aceh negri seribu masjid mau diganti dengan istilah Aceh seribu warung kopi.

Peserta lain, Yusri Yusuf dan Ibrahim Parades meminta Abi Lampisang dan para ulama lain dalam memprotek kekuatan syariat islam dalam adat iatiadat Aceh.

Selain Abi Lampisang, pemateri lain dari LSM, Sanusi dan dari lembaga wali nanggro,  Dr. Rafiq serta pakar adat Aceh.

Anara

Komentar

Loading...