Aceh dalam Pusaran Bahaya Narkoba

Aceh dalam Pusaran Bahaya Narkoba
Ilustrasi. | Foto: Liputan6.com

Penulis: Subhan Tomi, (ASN Pemkab Aceh Singkil)

Trend negatif yang telah kita saksikan di Aceh, berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) 2020, terdapat sepuluh provinsi di Indonesia yang dinyatakan tertinggi prevalensi penyalahgunaan narkoba. 

Provinsi Aceh, menempati posisi keenam di Indonesia dengan estimasi pengguna narkoba sebanyak 56,192 atau 1,90 persen. Sementara, jenis narkoba yang digunakan yakni ganja 65,5 persen, sabu 38 persen, dan ekstasi 18 persen.

Usia pertama kali yang menggunakan narkoba yaitu 17 sampai 19 tahun. Para pengguna narkoba terbanyak berada pada usia produktif antara 35 hingga 44 tahun. 

Menjadi catatan khusus bagi kita semua, bahwa di Negeri Serambi Mekkah dengan segala keistimewaan yang kita miliki, salah satunya penerapan Syariat Islam. Tidaklah serta merta secara instan menuntaskan permasalahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. 

Sebagaimana kita menyaksikan, di tahun 2021 ini saja begitu banyak penindakan baik penemuan ladang ganja, sabu-sabu dan benda semacamnya yang dilakukan oleh APH baik BNN, Kepolisian, TNI. Sangat tidak mustahil jika peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh bila tidak di berantas keakar-akarnya, Aceh akan menjadi juara peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba secara nasional. 

Diperlukan komitmen bersama yang dapat di implementasikan di semua lini, baik pada pemerintahan, BNN, Kepolisian, TNI, lembaga formal dan non formal, serta peran serta masyarakat untuk menjadi agen dari pencegahan penyalahgunaan narkoba. 

Pemerintah dengan segala regulasi dan program seperti P4GN dimulai daerah tingkat pusat sampai kepada daerah, serta membentuk satuan BNN telah secara maksimal melaksanakan tupoksi tugas dan fungsinya.

Subhan Tomi. | Foto: Ist

Seyogyanya, kita perlu untuk selalu mensosialisasikan bahaya barang haram tersebut serta menanamkan dan menumbuhkan rasa keprihatinan terhadap peredaran penyalahgunaan narkoba, baik pada diri sendiri, keluarga, masyarakat karena dapat merusak generasi yang akan datang. 

Halaman12

Komentar

Loading...