ACT Bangkitkan Ekonomi Peradaban Melalui WEF

ACT Bangkitkan Ekonomi Peradaban Melalui WEF
Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Wakaf Economics Forum (WEF) berupaya membangkitkan ekonomi peradaban. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Wakaf Economics Forum (WEF) berupaya membangkitkan ekonomi peradaban dengan tema “Wakaf Kebermanfaatan Tanpa Batas,” di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis 1 April 2021.

ACT didirikan pada 21 April 2005 sebagai lembaga kemanusiaan global berbasis kerelawanan dan kedermawanan, dengan visi besar yaitu mewujudkan peradaban yang lebih baik. ACT memperluas lingkup program dengan lini kurban (Global Qurban), zakat (Global Zakat), dan wakaf (Global Wakaf).

Diketahui, global wakaf mengelola berbagai jenis wakaf produktif untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat, antara lain wakaf pangan produktif, wakaf Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sumur wakaf, lumbung beras wakaf, dan lumbung ternak wakaf.

Presiden Global Wakaf Foundation, N Imam Akbari, menyampaikan Global Islamic Filantropi memiliki tanggung jawab dan mandat yang luar biasa. “Maka di tengah pandemi, dengan kondisi terpuruk, kita seolah diingatkan oleh Allah SWT untuk membangun ekonomi peradaban,” ujarnya

Sementara, Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap, Ahyudin, mengatakan kerja-kerja yang dilakukan oleh ACT ini demi membantu korban bencana alam. “Setiap bencana yang Allah hadirkan adalah agar kita semua peduli terhadap sesama,” sambungnya.  

Namun, menurutnya saat ini bencana kemiskinan jauh lebih dahsyat dari bencana alam. “Yang kita dapati adalah bencana yang sesungguhnya yaitu bencana kemanusiaan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, diadakan diskusi talk show oleh Da’i Nasional, Ust Ahmad Faris BQ, Presiden Aksi Cepat Tanggap, Ibnu Khajar, Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Nazaruddin A Wahid, Pemilik Kebun Kurma Barbate, Mahdi Muhammad. “Bicara wakaf, bicara tentang keunggulan yang kita miliki. Wakaf kebaikan tanpa batas,” tutur Da’i Nasional, Ust Ahmad Faris BQ.

Selain itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Nazaruddin A Wahid, mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya terutama atas launching wakaf economics forum. “Program ini sangat bersentuhan sekali dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA),” tambahnya.

Nova juga berpesan untuk tahun 2021 ini Baitul Mal Aceh untuk betul-betul fokus pada pelaksanaan wakaf di Aceh.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...