Advokat Nourman: Dinar Khalifah Bukan Bisnis bodong

Advokat Nourman: Dinar Khalifah Bukan Bisnis bodong
Kuasa Hukum Dinar Khalifah, Nourman Hidayat. | Foto : Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Kuasa Hukum Dinar Khalifah, Nourman Hidayat, membantah kliennya melakukan investasi bodong. Menurutnya, investasi Dinar Khalifah tidak seperti investasi yang belakangan dibicarakan masyarakat di Aceh.

"Kami mengakui klien kami kurang paham terkait perlunya izin menyelenggarakan trading dengan menggunakan uang dari nasabah. Nasabah atau investor yang menitipkan uang juga kawan-kawan dekat sendiri," kata Nourman, dari kantor hukum Nourman & rekan Banda Aceh, Jumat, 26 Februari 2021.

Nourman menjelaskan, investasi Dinar Khalifah nyata dan sudah ada bagi hasilnya sesuai hasil trading. Kemudian, bagi hasilnya juga tidak flat, menandakan dinamisasi sesuai hasil trading.

"Sebagian besar Nasabahnya sudah menikmati bagi hasilnya. Bisa diperiksa di dalam dokumen aktivitas trading kami," tutur Nourman, didampingi dua kuasa hukum, Muhammad Zacky dan Mirza Fahlevi.

Nourman menyebutkan bahwa sejak awal klien kami menyiapkan akad secara jelas dengan para nasabahnya. Namun memang tidak dapat dipungkiri, pandemi global membuat aktivitas trading mengalami kendala dan pada akhirnya terjadi margin call atau penutupan akun.

"Termasuk adanya klausul force majeur secara rinci. Jika ada laporan polisi terkait penipuan, maka seharusnya polisi mengarahkan kepada wanprestasi, kepada gugatan perdata," tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Kita kooperatif, menghormati semua proses hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian," tutup Nourman.

Sebelumnya, dikutip Ajnn.net, Kepolisian Daerah Aceh saat ini sedang mendalami investasi Dinar Khalifah yang diduga menjalani investasi bodong.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta mengatakan investasi yang ditawarkan oleh Dinar Khalifah berupa investasi uang melalui trading Umrah, rumah tipe 45 sampai investasi kenderaan roda empat.**

Komentar

Loading...