Agen Penyaluran Elpiji: Kelangkaan Gas Melon Disebabkan Masyarakat Sendiri

Agen Penyaluran Elpiji: Kelangkaan Gas Melon Disebabkan Masyarakat Sendiri
Manejer PT Sri Dirgahayu Wetan, Sri Rezeki. | KBA.ONE: Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Utara – Menanggapi kelangkaan gas bersubsidi tiga kilogram sejak Idul Adha 1441 H, Manejer PT Sri Dirgahayu Wetan, Sri Rezeki, salah satu agen penyalur gas, turut angkat bicara.

Menurut dia, masyarakat di Aceh dominan menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan di dalam aturan, untuk rumah tangga dibolehkan membeli gas tiga kilogram perbulan.Sedangkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mendapatkan sembilan tabung gas.

“Kelangkaan gas elpiji tiga kg, disebabkan dari masyarakat sendiri. Sebelumnya mereka memiliki satu tabung di rumah, tapi sekarang lebih dari satu tabung. Selain itu, gas melon banyak digunakan oleh masyarakat yang ekonomi menengah ke atas seperti ASN,” katanya, Rabu 5 Agustus 2020.

Sepekan sebelum lebaran, sambungnya, pihak Pertamina telah menambah kuota hingga 30% ke setiap pangkalan. Seharusnya masyarakat miskin tidak kesulitan mendapatkan gas, karena gas melon tersebut telah disalurkan sesuai kebutuhan.

Selama ini, perusahaannya memasok gas ke 179 pangkalan di tiga kabupaten-kota di Aceh. Untuk wilayah Aceh Utara, pihaknya melakukan pemasokan di 68 pangkalan, Lhokseumawe 45 pangkalan dan Bireuen 66 pangkalan yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Setiap pangkalan pasokan gasnya berbeda, ada yang 1400 tabung dan paling sedikit 300 tabung. Kami juga meminta mereka, untuk menjual sesuai Harga Edaran Tertinggi (HET) Rp18 ribu,“ jelasnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada temuan pangkalan yang melakukan pelanggaran. Namun jika nantinya ada temuan kecurangan dari pengecer dan menjual di atas harga HET, pangkalan tersebut akan ditindak secara tegas.

“Jika ada laporan masyarakat dan terbukti ada pangkalan yang curang, pihak Pertamina akan memberikan sanksi tegas dan akan dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tegasnya. *** 



Komentar

Loading...