Akankah Pelaku Pencabulan Belasan Santri Dihukum Kebiri?

Akankah Pelaku Pencabulan Belasan Santri Dihukum Kebiri?
Ilustrasi | ist

KBA.ONE, Lhokseumawe – Penyidik Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe telah melengkapi berkas kasus pencabulan yang diduga dilakukan pimpinan dan guru pesantren terhadap sejumlah santri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe.

Kepala Seksi Intel dan Humas, Kejari Lhokseumawe, Miftah, Kamis 5 September 2019, mengatakan jaksa penuntut umum sedang meneliti berkas yang telah dilengkapi oleh polisi. Sebelumnya, jaksa mengembalikan berkas kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk dilengkapi.

“Saya belum bisa jawab apakah memungkinkan mengenakan hukuman kebiri seperti vonis hakim Pengadilan Negeri Mojokerto terhadap kasus pencabulan anak itu. Saat ini berkasnya masih diteliti oleh jaksa penuntut umum dibawah koordinasi kepala seksi pidana umum,” jawab Miftah saat ditanya kemungkinan penerapan pasal kebiri.

Miftah menjelaskan, pemeriksaan itu diupayakan selesai cepat, sehingga minggu depan sudah ada perkembangannya. 

“Apa nanti akan dinyatakan lengkap atau bagaimana, kita menunggu hasil penelitian berkas oleh oleh jaksa penuntut umumnya," ujarnya.

Sekadar diketahui, hakim Pengadilan Negeri Mojokerto memvonis Muh Aris, terdakwa dalam kasus pencabulan sembilan anak di kota itu dengan hukuman tambahan kebiri kimia plus 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan penjara.

Sedangkan kasus pimpinan pesantren berinisial AI dan seorang guru berinisial MY, diduga mencabuli 15 santri di salah satu pesantren di Kota Lhokseumawe. ***

Komentar

Loading...