Menyongsong 2021: Aliansi Ormas dan Umat Islam Aceh Gelar Doa Bersama untuk Bangsa di MRB

Menyongsong 2021: Aliansi Ormas dan Umat Islam Aceh Gelar Doa Bersama untuk Bangsa di MRB
Pelaksanaan zikir untuk bangsa di MRB. | Foto: KBA.ONE, Tasya

Doa ini semata-mata untuk keselamatan bangsa serta tegaknya hukum dan keadilan di NKRI. | Tgk Bulqaini.

KBA.ONE, Banda Aceh - Sebelum berakhirnya tahun 2020, aliansi ormas bersama umat Islam Aceh menggelar doa bersama untuk agama dan negeri dengan tema “Dari Seuramoe Mekkah untuk Indonesia” di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, Kamis 31 Desember 2020.

Pantauan KBA.ONE, ratusan aparat gabungan dari TNI Polri turut mengamankan acara hingga usai guna mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan.

Acara tersebut dihadiri oleh Dandim 0101/BS, Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto dan jajarannya.

Koordinator lapangan, Tgk Fakhruddin, mengatakan aliansi mahasiswa dan para santri juga ikut bergabung dalam kegiatan itu.

Karena masih dalam kondisi pandemi, peserta doa bersama yang akan memasuki MRB diwajibkan mengikuti rapid test sesuai prokes di pintu masuk samping MRB.

Rapid test gratis itu difasilitasi oleh Kodim 0101/BS. Ini adalah program tetap (protap) kesehatan yang diberlakukan kepada setiap orang yang akan melakukan ibadah salat lima waktu di MRB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketika memasuki area masjid.

Pimpinan Markaz Al-Ishlah Aziziyah, Tgk H Tu Bulqaini Tanjungan, dalam acara itu menyinggung terkait penahanan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Kita sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk melepaskan beliau. Bukan mengancam, ya. Meminta kepada Pemerintah untuk secepatnya membebaskan beliau. Begitu juga melakukan proses hukum kepada siapa pun yang bersalah menyangkut dengan enam orang syahid laskar FPI dengan seadil-adilnya," pintanya.

Bulqaini menuturkan doa yang dilakukan tersebut semata-mata untuk keselamatan bangsa dan meniatkan untuk tegaknya hukum dan keadilan di NKRI. "Juga upaya para ulama, para habaib juga dapat segera dilepaskan," katanya.

Terkait isu pembubaran dan pemberhentian FPI, dia mengatakan tetap solid, tetap menunggu respon komando dari FPI Pusat. "Masalah amar makruf nahi mungkar, seperti kata HRS: FPI ini bukan tujuan. Tujuannya apa, sebagai wadah, tujuannya bukan untuk FPI. Maka beliau, tidak menjadikan orang-orang anggota FPI itu untuk fanatik kepada FPI, enggak. Beliau yang penting amar makruf nahi mungkar, keadilan bisa tegak, mau ada FPI tidak ada FPI tidak ada masalah, tidak ada sangkut paut," paparnya.

Sebagaimana sesuai dengan tema yaitu mendoakan negeri, "HRS adalah salah seorang anak negeri juga sangat banyak jasa beliau. Lebih-lebih kami di Aceh, kita jangan melupakan. Ada tiga komponen yang paling berjasa waktu tsunami Aceh, salah satunya FPI," ujarnya.

Lalu, kata dia, kalau media yang ikut berjasa ketika tsunami, suka atau tidak suka, yaitu media MetroTV melalui Najwa Shihab.

"Kalau ormas, tidak ada ormas lain. Ada, tapi tidak sama seperti bantuan yang diberikan oleh FPI kepada masyarakat Aceh. Kalau berbicara partai politik, saya tidak menafikan, saya bukan orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Tapi kami melihat waktu itu partai politik yang luar biasa memberi bantuan kepada masyarakat Aceh yang kena tsunami itu adalah partai PKS," ungkapnya.

Bulqaini menceritakan kembali bagaimana cara yang dilakukan HRS waktu tsunami itu. "Melepaskan kami dari pada jeratan tanggung jawab fardhu kifayah karena jenazah begitu didapat oleh orang FPI, dimandikan, kemudian dimasukkan ke dalam karung itu sebagai pengganti kafan, kemudian disalatkan, kemudian baru dibawa ke kuburan. Itu sesuai dengan kaidah-kaidah fikih dan secara syar'i sudah sempurna," ceritanya.

Tgk Bulqaini mengatakan apa pun ada atau tiadanya FPI, Habib Rizieq Shihab tetap ada di dalam jiwa rakyat Aceh. "Kecintaan kami kepada HRS tidak ada tawar-menawar karena beliau cucu Rasulullah SAW. Ini yang kami tidak bisa lupakan, jasa beliau untuk Aceh ini luar biasa. Terserah orang lain benci Habib Rizieq, tapi Habib Rizieq tetap di hati orang Aceh. Allahu akbar," katanya penuh tangis.

Bulqini mengharapkan kepada Pemerintah untuk adil dalam melihat dan menyikapi persoalan apa pun termasuk di dalamnya persoalan FPI. Jangan karena ada kepentingan yang lain. "Harus adil, harus bijaksana," harapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah dari daerah yang datang ke Banda Aceh walaupun di masjid tidak begitu banyak. "Tetapi di luar, dalam perjalanan malah ada yang lebih dan sangat banyak. Mungkin ada sekitar 5000 yang sudah ke Banda Aceh. Tapi karena terkendala sedikit menyangkut prokes sehingga jumlah yang hadir dan yang bisa masuk ke masjid sangat sedikit," jelas Bulqaini.

Kemudian, lanjut dia, "intinya acara doa bersama ini berjalan sukses sesuai yang diharapkan." | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...