Amerika Beri Pelatihan Manajemen Radio Berbasis Dayah

Oleh ,
Amerika Beri Pelatihan Manajemen Radio Berbasis Dayah
Kresna Soegio menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan | KBA.ONE/Khalis Surry

KBA.ONE, Banda Aceh - Komunitas Muda Melek Media atau Komema menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menggelar pelatihan manajemen radio berbasis dayah dan radio dakwah se-Aceh di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Selasa, 12 Desember 2017. Acara ini bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi Unsyiah, Komisi Penyiar Indonesia, serta Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi.

Pelatihan bertujuan agar para pelaku usaha di media radio dapat melahirkan program yang sesuai dengan kebutuhan publiknya. Salah satu yang menjadi fokus tentang bagaimana radio dapat menghadirkan program dakwah dengan kemasan lebih inovatif, dan konten yang lebih variatif serta mampu mencapai sasaran yang lebih efektif.

Ketua Komema Rahmat Saleh mengatakan kini radio masih menjadi sumber referensi bagi masyarakat. Baik untuk informasi maupun hiburan. Meskipun, kini banyak media baru yang terus berkembang. ’’Media sosial dan media online terutama, tetapi faktanya radio masih menjadi sumber informasi bagi publik,’’ ujar Rahmat.

Menurutnya, program dakwah selama ini semua dinilai baik. Namun pada pelatihan ini, berbicara tentang format. Bahwa dakwah tidak saja hanya dimaknai seperti orang yang berbicara di atas mimbar. Materinya juga tidak hanya hal yang selalu berurusan dengan fiqih tetapi banyak topik lain. "Misalnya, tentang bermasyarakat, tatakelola pemerintahan, pesan-pesan perdamaian, atau hal kecil ada figur yang menjadi inspirasi kepada masyarakat. Saya rasa itu juga menarik untuk jadi sebuah materi yang dikembangkan sebagai program dakwah," ungkap dosen Ilmu Komunikasi Unsyiah ini.

Pelatihan diikuti perwakilan 42 radio dari Banda Aceh, Aceh Besar dan wilayah pantai timur. "Project pertama ini kita masih terbatas, tetapi tidak tertutup kemungkinan lain waktu kita akan mengundang dari wilayah Barat," ujarnya.

Pelatihan itu juga dihadiri Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Karen Schinnerer, dan Information Assitant Public Affair Section Kedubes Amerika Serikat, Kresna Soegio. Kresna menyebutkan Kedubes Amerika Serikat sangat mendukung kerjasama yang mereka lakukan dengan penggiat media tersebut. Salah satunya bertujuan mempromosikan program yang diadakan Kedubes.

Beberapa program yang mereka buat berhubungan dengan media seperti mengundang presenter melaporkan kegiatan dengan tema yang telah ditawarkan lebih dulu di Amerika Serikat, pertukaran pelajar siswa maupun mahasiswa ke Amerika Serikat, serta menghadirkan ahli jurnalistik dari Amerika untuk memberi pelatihan kepada jurnalis. "Contohnya seperti Pak Rahmat Saleh ini yang proposalnya disetujui untuk mengikuti pertukaran ke Amerika Serikat pada 2015. Maka, kami sangat mendukung kerjasama ini, semoga bisa langgeng terus. Kami senang sekali melihat partisipasi teman-teman pada traning ini."

Komentar

Loading...