Anak Khadafi Daftarkan Diri Jadi Calon Presiden Libya

Anak Khadafi Daftarkan Diri Jadi Calon Presiden Libya
Saif al-Islam Gaddafi, putra diktator Libya Muammar Gaddafi, keluar dari persembunyiannya setelah menghilang enam tahun lalu.| AFP PHOTO/IMED LAMLOUM.

KBA.ONE, Libya - Anak mantan diktator Libya Muammar Khadafi, Seif Al-Islam Khadafi, mendaftarkan diri sebagai calon Presiden Libya yang bakal digelar bulan depan. Seif Al-Islam merupakan salah satu tersangka kejahatan perang Libya.

Dilansir dari AFP, Senin 15 November 2021, Seif Al-Islam yang keberadaannya dirahasiakan selama beberapa bulan menjadi kandidat kelas berat pertama yang mendaftar untuk pemilihan umum.

Pemilihan presiden langsung pertama Libya bakal digelar pada 24 Desember. Hal ini akan menandai puncak dari proses yang diluncurkan tahun lalu oleh PBB untuk mencoba menyetop kekerasan bertahun-tahun di negara kaya minyak itu sejak pemberontakan yang menggulingkan Khadafi pada 2011.

Seif al-Islam saat ini dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan selama pemberontakan yang didukung NATO. Komisi pemilihan Libya menyatakan putra Muammar Khadafi itu telah menyelesaikan 'semua persyaratan hukum yang diperlukan'.

"Seif Al-Islam Kadhafi mengajukan pencalonannya untuk pemilihan presiden ke kantor Komisi Pemilihan Umum Nasional di kota Sebha," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pria 49 tahun itu membacakan sebuah ayat dari Al-Qur'an dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantunya dengan mengatakan "Tuhan memberkati Anda".

Komisi merilis gambar yang menunjukkan Seif Al-Islam mengenakan jubah tradisional Badui dan hiasan kepala. Dia diberi kartu pendaftaran pemilih untuk distrik Sebha selatan.

Reaksi pertama di jalan-jalan ibu kota Tripoli adalah negatif.

"Alih-alih menyelesaikan masalah, ini hanya memperumit masalah. Itu tidak benar," kata salah satu warga, Nizar Al-Hadi.

Warga lain, Ramzi Douess, mengatakan dia tidak ragu beberapa orang akan menerima pencalonan Seif. Namun, dia mempertanyakan bagaimana nasib negara di Afrika Utara itu jika dia menang.

"Apakah dia akan menerima Libya seperti sekarang ini, atau akankah dia mundur?" tanya Doues. ***

Dilansir dari laman berita Detik.com.

Anara

Komentar

Loading...