Ancaman Mati untuk Sang Penjagal Satu Keluarga

Ancaman Mati untuk Sang Penjagal Satu Keluarga
Terdakwa Ridwan. | Foto: Fatma

Saat persidangan, terdakwa Ridwan hanya tertunduk mendengar dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

KBA.ONE, Banda Aceh - Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menggelar  sidang perdana pembacaan dakwaan Ridwan, pelaku penjagal satu keluarga di Gampong Mulia, Banda Aceh. Sidang di mulai pukul 11.00 WIB, Selasa 26 Juni 2018.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, itu terjadi awal Januari 2018. Hari ini adalah sidang perdana pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Terdakwa Ridwan yang didampingi dua kuasa hukumnya hadir mengenakan rompi  orange bertuliskan Tahanan Kejaksaan. Saat persidangan berlangsung, Ridwan hanya tertunduk mendengarkan jaksa membacakan dakwaan.

Penjagal satu keluarga ini dikenai dakwaan berlapis primer 340 KUHP tindak pidana pembunuhan berencana, Subsider 339 KUHP tindak pidana pembunuhan diikuti dengan pencurian, 338 pembunuhan biasa.

“Dalam Dakwaan tersangka dijerat hukuman mati,” kata Ricki Febriandi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Banda Aceh, kepada Wartawan, usai sidang. 

Sidang perdana kasus pembunuhan berencana tersebut dipimpin Hakim Ketua Totok Yanuarto SH, MH, didampingi hakim anggota Muzakkir, SH, MH, dan Roni Susanta, SH, MH, serta seorang panitera.

Sementara Jaksa Penuntut Umum didampingi Mursyid, SH dan Ibsaini, SH.

“Sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana ini di tunda hingga senin  2 juli 2018  mendengarkan untuk mendengarkn keterangan saksi, kata JPU.

Seperti diberitakan, terdakwa Ridwan pada 8 Januari 2018 dengan keji menghabisi nyawa Tjie Sun, 46 tahun, dan istrinya Minarni serta bocah laki-laki pasangan itu, Callietoseng, 8 tahun, di rumahnya kawasan Gampong Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh.

Distributor makanan tersebut ditemukan tewas di rumah toko yang telah ditempatinya sejak 6 tahun terakhir. Jenazah korban ditemukan di dua lokasi terpisah di dua ruko yang dikontrak korban sebagai tempat tinggal dan gudang penyimpanan barang-barang dagangannya.

Polisi menemukan bekas luka sayatan benda tajam di bagian leher dari jenazah ketiga korban. Kasus tersebut terungkap empat hari setelah kejadian.

Saat itu pelaku sempat kabur membawa sejumlah barang berharga milik korban. Tapi, beberapa hari kemudian, polisi menangkap terdakwa Ridwan di Bandara Kualanamu Medan saat hendak melarikan diri ke Batam. 

Komentar

Loading...