Anggaran Penanganan Covid-19 Pidie 5,2 Miliar Masih Tersisa, Disusul BTT Tambahan dan Refocusing

Oleh ,
Anggaran Penanganan Covid-19 Pidie 5,2 Miliar Masih Tersisa, Disusul BTT Tambahan dan Refocusing
Ilustrasi |Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Tatanan dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19), kini sudah memasuki fase new normal atau normal baru. Namun sejumlah anggaran dalam penanganan pada fase siaga darurat Covid-19 sejak Maret lalu, Pemerintah Pidie telah membelanjakan anggaran dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2020 Rp5,2 miliar. 

Untuk menukil alur anggaran yang dipergunakan sejumlah instansi di Pidie, dalam penanganan fase awal, siaga darurat Covid-19, KBA.ONE langsung menemui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, juga sebagai sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin 29 Juni 2020.

Dari keterangan Kepala Bapel BPBD Pidie, anggaran penaganan covid-19 yang dianggarakan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada awalnya berjumlah Rp 5,2 miliar, ada pada Sekretariat BPBD. Untuk tahap pertama senilai Rp685.776.100, kemudian hanya terserap sebesar Rp 670.072.485 dan tersisa sekitar Rp15.703.615.

Lalu pada tahap kedua berjumlah Rp1.314.480.000 dan baru digunakan Rp108.000.000, masih tersisa Rp1.206.480.000. Dengan demikian total anggaran pada BPBD Pidie dalam penaganan pendemi Covid-19 di Pidie berjumlah Rp2.000.256.100. Sisa dari tahap pertama dan kedua berjumlah Rp1.222.183.615 kini kegiatannya sedang berjalan pada fase new normal.

Selanjutnya, anggaran tersebut juga dikelola oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Abdullah Safi’i Kecamatan Mutiara, sejumlah Rp300.000.000, baru terserap anggarannya sebanyak Rp132. 885.000, kemudian sisanya Rp167.115.000, kini sedang berjalan. Kemudian Dinas Kesehatan Pidie, sebanyak Rp1.200.000.000 pada tahap pertama, baru terpakai Rp304.790.013 dan masih tersisa Rp895.209.987, rencananya akan dikembalikan ke kas daerah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Dewan Ansari, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pidie. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

Lalu, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Tgk Chik Di Tiro Sigli, untuk tahap pertama Rp614.223.900, dan baru terserap sekitar Rp597.503.546, sisanya Rp16.702.354, kini penggunaannya sedang berjalan. Anggaran penanganan covid-19 Pidie juga di poskan untuk TNI pada usulan tahap ke dua Rp234.585.000 dan untuk Polri Rp692.630.000.

Dana tersebut juga tidak luput dianggarkan pada Dinas Sosial Pidie, dengan jumlah tahap pertama Rp150.000.000, baru terealisasi Rp117.000.000 dan siasanya Rp33.000.000 masih sedang berjalan.

Sementara anggaran penaganan pandemi Covid-19 yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie yang bersumber dari APBK, yakni BTT Rp5.200.000.000 yang sedang digunakan. Selanjutnya dana tambahan BTT Rp10 miliar yang diambil dari pos anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2019, dan dana hasil refocusing pada Dana Alokasi Kusus (DAK) Kesehatan dan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp16.793.531.575.

Kusus BTT tambahan kata Dewan Ansari, nantinya akan digunakan untuk penaganan dampak ekonomi, bantuan social safety net atau jaring pengaman sosial dan penanganan kesehatan, sudah masuk dalam perencanaan.

“Di masa new normal ini, selain sisa anggaran BTT murni, juga akan dimanfaatkan anggaran BTT tambahan sebesar  Rp10 miliar dari Pos Silpa APBK tahun 2019 akan dibelanjakan pada tiga sektor, penaganan dampak ekonomi, bantuan jaringan pengaman sosial dan penanganan kesehatan,” ungkapnya.***

Komentar

Loading...