Angin Segar di Pemakaman Covid 19 Simalingkar

Angin Segar di Pemakaman Covid 19 Simalingkar
Pemakaman Covid 19 di Simalingkar Medan | Foto : KBA.ONE , Ghandy Mohammad

Tak terdengar lagi suara sirene sesering bulan-bulan yang lalu, petugas berkostum APD (Alat Pelindung Diri) pun tak tampak siaga seperti biasanya. Helm-helm dan pelindung wajah (Faceshield) tergantung berjejer di dinding gudang peralatan.

KBA.ONE, Medan - Terik matahari terasa menyengat, tepat di atas hamparan pekuburan yang menyerupai lembah, dan tersusun rapi dengan balutan rumput hijau di setiap makamnya.

Taman Pemakaman Muslim, begitulah bacaan yang tertulis di depan jalan masuknya. Namun tak hanya warga muslim saja yang dimakamkan di sana, kini juga sudah menjadi pemakaman umum untuk warga beragama lainnya.

Setelah dijadikan pemakaman Covid 19 di Medan, sempat terjadi penolakan oleh warga sekitar yang risau jika virus akan menyebar di kampung mereka pada masa awal-awal pandemi di tahun 2020. Hingga akhirnya pemerintah kota Medan dapat meyakinkan warga untuk menjadikan tempat tersebut sebagai pemakaman covid 19.

Sejak saat itu, banyak ambulans yang berlalu-lalang ke pemakaman yang terletak di kawasan Simalingkar B, Medan Tuntungan, Sumatra Utara. Hampir setiap harinya, korban meninggal covid 19 dimakamkan di sana. Bahkan pada bulan Juli 2021, seorang warga menyatakan pada KBA.ONE, bahwa pernah ada tiga jenazah korban meninggal akibat covid 19  yang dimakamkan dalam satu hari.

“Udah lebih dari 1300 an orang lah bang yang dimakamkan di sini,” ucap tarigan pada Juli 2021 yang lalu. Namun berdasarkan pantauan langsung KBA.ONE pada Minggu, 14 November 2021 situasi di Pemakaman itu tak lagi mencekam seperti beberapa bulan sebelumnya.

Tak terdengar lagi suara sirene sesering bulan-bulan yang lalu, petugas berkostum APD (Alat Pelindung Diri) pun tak tampak siaga seperti biasanya. Helm-helm dan pelindung wajah (Faceshield) tergantung berjejer di dinding gudang peralatan, tampak berdebu seolah lama tak terpakai.

“Udah sekitar satu bulan lebih gak ada yang dikuburkan lagi bang,” ucap ibu penjual bunga. Pernyataan ini selaras dengan situasi yang tampak di sana. Terlihat juga beberapa liang yang sudah dipersiapkan, namun belum digunakan dan sedikit tertimbun kembali akibat hujan.

Grafik Data General Covid 29 di Medan | Foto : https://covid19.pemkomedan.go.id/

Meskipun begitu, bukan berarti sudah tidak ada lagi korban jiwa akibat covid 19 di Medan. Hanya saja jumlahnya sudah menurun dari tiga hingga empat bulan yang lalu.  Berdasarkan data yang dihimpun dari https://covid19.pemkomedan.go.id/, jumlah korban yang meninggal per 2 Juli 2021 – 2 September 2021 bertambah sebanyak 205 korban jiwa. Sedangkan data per tanggal 2 September 2021 – 2 November 2021 jumlah korban jiwa sebesar 71 orang.

Artinya ada penurunan jumlah korban jiwa hingga 60% selama dua bulan terakhir. Tentu ini menjadi kabar baik bagi warga Medan dan Sumatera Utara, dan pernyataan ibu penjual bunga ibarat angin segar dari Pemakaman Covid 19 di Simalingkar.

Anara

Komentar

Loading...