Animo Belanja Online Meningkat di Masa Pandemi

Animo Belanja Online Meningkat di Masa Pandemi
Ilustrasi. | Foto: Kumparan.com

KBA.ONE, Banda Aceh – Belanja via online saat ini menjadi salah satu fenomena menarik di Indonesia, tak terkecuali di Banda Aceh. Kebiasaan belanja online ini, kini tidak hanya dilakukan oleh kaula muda, namun para orang tua juga tak mau ketinggalan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak alasan yang mereka utarakan untuk berbelanja via online, seperti menghindari kerumunan karena takut tertular virus, sehingga mengurangi mobilitas di luar rumah. Namun, alasan yang paling menarik yaitu harganya jauh lebih murah dan praktis.

Seperti pengakuan salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Banda Aceh ini, Dona Susanti. Menurut Dona, belanja via online jauh lebih praktis dan murah. Biasanya ia membeli pakaian dan masker medis, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, jadi persediaan masker harus selalu ada.

Sebenarnya, sebelum pandemi Covid-19, wanita 39 tahun ini juga sudah sering belanja secara online di salah satu aplikasi e-commerce. Namun karena situasi seperti sekarang, kata dia, jadi lebih sering belanja via online.

Ibu rumah tangga lainnya, Ami Sri Suwita, 26 tahun, juga tak mau ketinggalan, menurutnya berbelanja melalui online yaitu karena jangkauannya lebih mudah, lengkap dan praktis , sehingga animo untuk mendapatkan barang lebih cepat terpenuhi. “Jika membeli di toko-toko terdekat, terkadang tidak sesuai dengan keinginan,” katanya kepada KBA.ONE, Senin 23 Agustus 2021.

Selama ini, kata dia, beberapa kebutuhan keluarga keseringan dibeli via online, seperti pakaian, sepatu, mainan anak, hingga peralatan dapur. Diakui Ami, membeli secara online terkadang harga menentukan kualitas barangnya, tapi ia tidak mempermasalahkan hal itu, karena sebagai pembeli memang harus pintar dalam memilih barang.

Namun kata dia, terkadang yang menjadi kendala dalam belanja online yaitu ketika barang sampai ke tujuan tidak sesuai dengan waktu yang ditentu. Sebelumnya ini terjadi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tetapi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 barang juga telat sampai, “mungkin karena PPKM,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Person In Charge (PIC) Marketing J&T Aceh, Said Ridha Muchsin, kepada KBA.ONE, mengungkapkan saat ini estimasi pengiriman barang terkadang memang tidak sesuai, ini dipengaruhi karena adanya PPKM mengakibatkan jam operasional terpangkas. Jadi, masyarakat mungkin menerima paket tidak sesuai dengan perkiraan.

Penyebab lainnya, kata dia, karena jarak tempuh delivery paket yang dibawa terkadang jauh-jauh, sehingga mengakibatkan waktunya habis di perjalanan. Karena itu, umumnya komplain yang diterima dari pelanggan berkaitan dengan keterlambatan barang yang sampai. “Namun terkait hal itu kami telah memberi pemahaman terhadap pelanggan,” kata Said.

Said juga mengakui selama pandemi Covid-19 paket jumlah paket yang masuk ke J&T Express tidak mengalami penurunan. Bahkan secara garis besar, dibeberapa keadaan mengalami kenaikan seperti saat mengadakan promo gratis ongkos kirim (ongkir) di Hari Kemerdekaan RI, hari-hari besar Islam, dan Hari Ulang Tahun (HUT) J&T.

Untuk barang yang masuk ke J&T, Said menyebutkan di wilayah Banda Aceh per harinya bisa mencapai seribu paket untuk pengiriman ke seluruh Aceh, Pulau Sumatera, dan Jawa. Jika di luar Banda Aceh, kata dia, grafiknya bisa berbeda-beda. Tetapi, jika dikalkulasikan secara keseluruhan barang yang masuk ke J&T bisa mencapai enam ribu paket. “Jika dilihat, secara umum jenis barang seluruhnya yang terbanyak berasal dari online shop,” sebutnya. | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...