Anjungan Aceh Timur Sajikan Aneka Benda Peninggalan Bersejarah

Anjungan Aceh Timur Sajikan Aneka Benda Peninggalan Bersejarah
Alexander warga Negara Belanda mengujungi anjungan Kabupaten Aceh Timur | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Menjelang penutupan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII di Banda Aceh, Selasa 14 Agustus 2018, anjungan Kabupaten Aceh Timur ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Apalagi anjungan ini menyajikan aneka benda peninggalan bersejarah. 

"Aceh Timur tidak hanya menampilkan tentang kebudayaan saja,  tetapi banyak potensi lain yang disuguhkan seperti sejumlah barang-barang yang mempunyai nilai historis," kata Kabag Kesra Mujiburrahman, SE, M.AP, Senin 14 Agustus 2018.

Abdul Hakim Amin, penjaga barang-barang bersejarah di anjungan Aceh Timur, menjelaskan ada beberapa barang peninggalan bersejarah yang dibawa dari Aceh Timur  seperti peninggalan sejarah masa kerajaan Peureulak, masa Jepang hingga masa penjajahan Belanda.

Benda-benda bersejarah itu, katanya, berupa peninggalan parang (golok) orang Aceh, Bedil VOC (Belanda), keris peningalan kerajaan, tombak dan pedang hingga pedang samurai Jepang. 

Sementara itu, senapan dan  pistol merupakan peninggalan yang diberikan oleh VOC saat ke Peureulak, Kabupaten Aceh Timur masa itu. Begitu juga dengan pedang dan samurai diberikan oleh Jepang kepada Ulee Balang di Aceh Timur ketika Jepang memasuki wilayah tersebut.

Pengamatan KBA ONE di anjungan Aceh Timur ada sebuah meriam pemberian Kerajaan Turki kepada Kerajaan Peureulak yang diletakan di luar anjungan. Bahkan ada miniatur meriam yang diberikan oleh Portugis bertulisan 1651 masehi.

Selain itu, di Anjungan Kabupaten Aceh Timur juga diperlihatkan silsilah dari raja-raja Islam yang ada di Aceh. Di sana tertulis, bahwa raja-raja Islam di Aceh bermula dari Bani Hasyim, kemudian berlanjut ke masa Peureulak, Samudera Pasai, Tamiang, Malaka, dan seterusnya hingga saat ini.

Bahkan ada Al Quran diperkirakan sudah berusia berabad-abad yang ditulis tangan. Al Qur'an itu diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17 atau 1600-an Masehi. Selain itu ada silsilah raja-raja Peureulak dan seluruh Aceh.

Di anjungan Aceh Timur juga ada koleksi uang dirham, uang Persia, serta uang Dulpaka. Uang Dulpaka artinya uang berlambagkan pedang sahabat empat. Selain itu juga ada naskah tua, Buku Monisa dan sejarah Aceh serta kisah Banta Ahmad. | ISKANDAR ISHAK, Aceh Timur.

Komentar

Loading...