Anniversary 4 Tahun, Kyriad Muraya Aceh Gelar Acara Corporate Gathering

Anniversary 4 Tahun, Kyriad Muraya Aceh Gelar Acara Corporate Gathering
General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto menyampaikan sambutan dalam acara Corporate Gathering, di Banda Aceh, Selasa 16 November 2021. | Foto: KBA.ONE, Ulfah

KBA.ONE, Banda Aceh – Anniversary ke 4 tahun, Kyriad Muraya Hotel Aceh menggelar acara Corporate Gathering dengan tema “Together We Are Stronger”, di Banda Aceh, Selasa 16 November 2021 malam.

Dalam sambutannya, General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, menyampaikan sejak November 2017, Kyriad Muraya Hotel Aceh berdiri sebagai salah satu hotel bintang empat di tengah Kota Banda Aceh.

“Bukanlah waktu yang singkat jika mengikuti sejarah berdirinya Kyriad Muraya Hotel Aceh. Alhamdulillah masih tetap berdiri melewati pandemi kali ini,” kata Bambang.

Bambang menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, pertumbuhan industri pada tingkat hunian hotel atau penginapan di Aceh pada semester I tahun 2021 mencapai 25,3 persen. Kata dia, persentase ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun 2019 di semester yang sama, sebesar 37,7 persen.

Namun, menurutnya hal ini dapat disyukuri karena masih ada tumpuan di industri pariwisata, bahkan dalam keadaan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama hampir dua tahun. Hal tersebut menunjukkan sektor pariwisata mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya Aceh.

“Dalam pertumbuhan industri pariwisata tersebut, tidak lepas dari peran Kyriad Muraya Hotel Aceh dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan sektor industri kita, khususnya dalam bidang perhotelan atau hunian,” ungkap Bambang.

Disamping itu, Bambang juga mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri pariwisata di Aceh. Selain itu, mendorong tingkat hunian, serta menyerap tenaga kerja dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ia berharap Aceh di masa mendatang terus mengembangkan inovasi di industri pariwisata, sehingga dapat memenuhi kebutuhan turis lokal maupun asing yang tentunya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan industri makanan, minuman, serta perekonomian.

Wali Kota Banda Aceh, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wahyudi, menyampaikan Pemerintah Kota Banda Aceh hingga kini senantiasa melakukan pengembangan pariwisata dengan melibatkan para pengelola hotel, seperti mengadakan forum-forum diskusi, pelatihan manajemen hotel yang diharapkan dapat mengubah mindset pelaku usaha terhadap aspek pelayanan, keramahan, dan punya kesadaran terhadap pariwisata.

Wahyudi berharap dengan pelayanan Kyriad Muraya Hotel Aceh yang penuh kenyamanan, dapat mendorong hotel-hotel lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. “Kesadaran untuk memuliakan tamu harus terus dibudayakan, tamu harus dilayani dengan penghormatan,” ungkapnya.

Menurut Wahyudi, perlakuan terhadap tamu akan mempengaruhi cara pandang pengunjung. Jika yang dilakukan positif maka akan melahirkan banyak sekali dampak terhadap image daerah, khususnya Kota Banda Aceh.

Ia mengakui akibat pandemi Covid-19 saat ini segala sektor perekonomian Kota Banda Aceh merasakan dampak luar biasa. Karena itu, kata dia, perlu ditetapkan strategi untuk pemulihan aktivitas perekonomian. Dalam pelaksanaannya tentu diperlukan kerja sama yang baik.

Wahyudi juga menegaskan pariwisata Kota Banda Aceh harus aman dari Covid-19 karena ini akan berdampak terhadap citra pariwisata. Oleh karena itu, pihaknya telah menyusun aturan yang sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19, dengan menerapkan wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindar kerumunan. “Hal ini kita lakukan demi keselamatan masyarakat Kota Banda Aceh dan citra pariwisata kota,” harapnya.***

Anara

Komentar

Loading...