Antisipasi Wabah Virus Corona, Dinkes Pidie Instruksikan 26 Puskesmas untuk Siaga

Oleh ,
Antisipasi Wabah Virus Corona, Dinkes Pidie Instruksikan 26 Puskesmas untuk Siaga
Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Efendi. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Dinas Kesehatan Pidie mengeluarkan surat edaran yang bertajuk kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Corona Virus atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kepada 26 Puskesmas di Pidie, menyusul meluasnya sebaran virus corona yang telah menginfeksi 43.141 orang yang tersebar di 28 negara dan 1.018 kematian akibat srangan virus yang mematikan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Efendi, kepada KBA.ONE, Kamis, 13 Februari 2020, mengatakan terkait dengen surat edaran tersebut, kepada 26 Puskesmas di Kabupaten Pidie adalah sebagai langkah antisipasi bila sewaktu-waktu ditemukannya kasus COVID-19. Hal ini pula sebagai instruksi Kementerian Kesehatan sesuai dengan surat edaran Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/II/329/2020 tanggal 31 Januari 2020.

“Saat kita terima surat edaran dari direktorat jendral pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Pidie langsung merespon dengan menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan tersebut,” katanya.

Lanjut Efendi, meski sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Pidie, tetapi dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, setidaknya setiap Puskesmas dikecamatan sudah siap mengantisipasinya.

Efendi menjelaskan, adapun surat edaran 443.33/676/2020 yang diterbitkan Dinas Kesehatan Pidie tanggal 4 Februari 2020, ditujukan kepada seluruh Pusat keshatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pidie, memuat sembilan poin penting yang harus ditindaklanjuti tiap Puskesmas.

Pertama, mempedomani buku pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel corona virus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kedua, berkoordinasi dengan jajaran Muspika untuk melaksanakan promosi kesehatan (komunikasi resiko) agar masyarakat tidak panik dan lebih siap melakukan langkah-langkah antisipasi, khusunya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kemudian ketiga, melaksanakan surveilans ketat terhadap kasus problable dan konfirmasi, meningkakan surveilans influenza Like Illnes (ILI)dan pneumonia. Keempat melakukan surveilans aktif dan pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari wilayah atau negara yang terjangkit, selama 14 hari sejak kedatangannya. Kelima, melaporkan jika ada kasus dalam waktu 1x24 jam ke Dinas Kesehatan Kabupaten, termasuk melalui Sistem Kewaspadaan dan Respon (SKDR).

Lalu keenam, meningkatkan kepekaan dan sensifitas, jejaring kerja sampai kepelosok desa, termasuk dengan pemangku kewenangan, lintas sektor dan tokoh masyarakat, agar bila menemukan masyarakat yang baru kembali dari wilayah atau negara yang terjangkit, untuk segera mengunjungi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat, apabila mengalami gejala demam dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau gangguan pernafasan lainnya.

Tujuh, mengingatkan kepada jajaran dibawahnya, untuk melaksanakan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan penatalaksanaan pasien (bila ditemukan) termasuk merujuk ke Rumah Sakit. Delapan melakukan pemantauan berita atau rumor yang berkembang terkait dengan kasus (COVID-19) dimasyarakat, dan melakukan verifikasi terhadap berita tersebut, dan yang ke sembilan, melakukan mobilisasi sumber daya yang dibutuhkan dan melakukan penilaian resiko.       

Komentar

Loading...