Aplikasi AWay Karya Anak Aceh Juara Dua Nasional

Aplikasi AWay Karya Anak Aceh Juara Dua Nasional
Tim duapertiga meraih juara III saat seleksi tingkat Aceh, 25-26 November 2017 | Istimewa

Tim duapertiga ini meraih juara setelah unggul dari 30 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melewati seleksi ketat di Jakarta.

APLIKASI Aceh Way atau AWay karya Alrizki Istighfar Ekatama dan Riki Agusnaidi, developer muda Aceh, meraih juara dua tingkat nasional pada ajang DILo Hackathon Festival yang digelar Telkom Indonesia melalui Digital Innovation Lounge (DILo).

Tim duapertiga ini meraih juara setelah unggul dari 30 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melewati seleksi ketat di Jakarta. Para pemenang diumumkan pada 8 Desember 2017 lalu.

Atas keberhasilan tersebut, Tim Duapertiga asal Aceh bersama dengan tim dari Balikpapan (juara I) dan Bali (Juara III) berkesempatan mengikuti Exhibition Indigo Day dan menerima penghargaan di Jakarta pada 14 Desember mendatang. “Dengan keberhasilan ini, kami diberi kesempatan mempromosikan aplikasi pada stan yang disediakan sehingga nantinya kita berharap akan ada investor yang tertarik," ujar Ekatama, yang akrap disapa Tama, Ahad, 10 Desember 2017, dalam keterangan tertulis yang diterima KBA.ONE.

Aplikasi AWay, kata Tama diciptakan untuk memudahkan siapa saja yang akan berkunjung ke Aceh. Menurutnya AWay merupakan sebuah singkatan yang pluralistis. "Bisa menjadi Aceh Way, A Way, atau Away (baca awai) dalam Bahasa Aceh artinya asal, awal, permulaan yang menandakan kami sebagai pionir untuk memudahkan siapa saja yang akan berkunjung ke Aceh.

Pada dasarnya, kata dia, aplikasi berbasis peta ini mirip Google Maps. Namun, AWay memiliki keunikan tersendiri. Menurut Tama, keunikan AWay terletak pada pembagian suatu tempat berdasarkan kategori seperti ATM, restoran, tempat ibadah, grosir, minimarket, halte, bengkel mobil dan lain-lain, sesuai perkembangan kebutuhan manusia.

Selain itu, pengguna juga bisa melihat seluruh next event dari suatu tempat dengan cara mengeklik. Event-event yang ditampilkan bersifat lokal dan kurang terekspos.

Dengan AWay, kata Tama, pengguna juga bisa menambahkan lokasi yang belum ada di Google Maps. Nantinya, terus melengkapi tempat-tempat yang akan menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mengunjungi Aceh. “Dengan aplikasi ini harapan kami tentang masalah kalau dulu istilahnya, malu bertanya sesat di jalan, kalau sekarang nggak mesti nanya kita sudah tahu jalan. Jadi mari kita jalan-jalan ke Aceh.”

Ekatama dan Riki merupakan alumni D3 Manajemen Informatika Fakulta MIPA Universitas Syiah Kuala. Kini, Ekatama tercatat sebagai tenaga IT di Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Sedangkan Riki sebagai konsultan sekaligus developer di CV Alif Media.

Komentar

Loading...