Aplikasi Kepo untuk Generasi “Tawaduk”

Aplikasi Kepo untuk Generasi “Tawaduk”
Ikhwan Reza, pembuat aplikasi Kepo Syariah | Istimewa

Kepo Syariah adalah aplikasi mediator bagi kalangan anak muda yang ingin mengetahui serba-serbi dunia Islam, baik dari permasalahan hukum, dakwah, atau permasalahan lain seputar Islam yang sedang hangat.

KBA.ONE - Kepo adalah bahasa slank yang digunakan untuk menyebutkan rasa keingintahuan seseorang. Bagi Ikhwan Reza, cukup dengan menambahkan kata Syariah di depannya, kepo berubah menjadi sebuah aplikasi platform untuk menjawab keingintahuan terhadap syariat Islam: Kepo Syariah.

Awalnya, anak muda lulusan fakultas teknik Universitas Syiah Kuala ini menerima banyak pertanyaan bersifat pribadi yang terkait dengan Islam. Lantas dia berpikir untuk memanfaatkan akses internet demi memudahkan masyarakat, terutama anak muda, mendapatkan jawaban dari pertanyaan tentang syariat Islam. Ikhwan pun mencoba membuat aplikasi berbasis android yang mudah digunakan oleh masyarakat umum.

“Kepo Syariah adalah aplikasi mediator bagi kalangan anak muda yang ingin mengetahui serba-serbi dunia Islam, baik dari permasalahan hukum, dakwah, atau permasalahan lain seputar Islam yang sedang hangat,” kata Ikhwan, Kamis, 13 Juli 2017.

Logo aplikasi Kepo Syariah

Lewat aplikasi ini, seseorang dapat menanyakan langsung permasalahan mereka kepada narasumber yang tersedia dalam aplikasi itu. Menurut Ihkwan, setelah meluncurkan aplikasi ini setahun lalu, banyak orang yang mempertanyakan permasalahan keluarga ke Kepo Syariah.

"Kepo Syariah menghimpun permasalahan yang terjadi di dunia nyata. Misalnya, ada seorang user Kepo mau klarifikasi permasalahan ke ustadnya langsung, user bisa bertanya langsung kepada narasumber, baik secara langsung atau tidak. Artinya, Kepo Syariah menjadi referensi jawaban atas permasalahan,” kata Ikhwan.

Saat ini, Kepo Syariah memiliki bekerja sama dengan sejumlah ustaz yang tersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pelaksanaan syariat Islam, seperti Ahmad Sarwat, Ahmad Zarkasih, Yusuf Mansur, Buya Yahya, M Yusuf A Samad. Kepo Syariat juga bekerja sama dengan Dayah Mudi Mesra. Dayah ini cukup terkenal di Aceh.

Menurut Ikhwan, saat ini, kebanyakan orang asyik dengan gawai dan asyik sendiri dengan perangkat telepon cerdas. Ikhwan menganalogikan mereka sebagai “generasi tawaduk”. Ini bukan karena merendahkan pandangan atau diri. Namun karena terlalu sering melihat ke smartphone.

“Zaman sekarang nunduk semua. Sekarang orang-orang banyak lihat ke android, di mana-mana. Banyak generasi tawaduk, ‘yang nunduk’,” kata ikhwan tertawa. Ikhwan berharap Kepo Syariah bermanfaat dengan tidak mengalihkan anak muda dari gawai mereka.

Di google playstore, tercatat aplikasi ini diunduh oleh 2.000 user android. Mereka aktif menggunakan fitur ini dan memberikan tanggapan yang menggembirakan pengembang aplikasi ini. Ihkwan juga terus mengembangkan aplikasi ini sehingga dapat menjangkau pengguna lebih luas. Saat ini, aplikasi Kepo Syariah dikembangkan dalam bentuk portal.

Ikhwan juga mengarahkan Kepo Syariah ke Youtube Chanel. Di portal ini, "kami mengundang ustadnya dan tayangan ini bisa ditonton langsung oleh pengguna. Video ini diambil dengan latar belakang tempat wisata, masjid atau situs-situs bersejarah. Mudah-mudahan Kepo Syariah, sesuai namanya, benar-benar menjawab keingintahuan pengguna tentang syariat Islam. Biar nggak cupu.”

Komentar

Loading...