APRI Bireuen dan Pidie Jaya Dikukuhkan, ini Pesan Kakanwil Kemenag Aceh.

APRI Bireuen dan Pidie Jaya Dikukuhkan, ini Pesan Kakanwil Kemenag Aceh.
Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal dalam acara pengukuhan APRI Bireuen dan Pidie Jaya | Foto : KBA.ONE, Waknen Juli

KBA.ONE, Bireuen - Pelayanan di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan harus bebas dari pungutan apapun. Jangan sampai ada ASN di KUA yang membuka ruang transaksi yang dapat berakibat pada tergerusnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga KUA itu sendiri. Misalnya seperti mengeluarkan buku  nikah kepada yang tidak berhak, atau miminta imbalan untuk keperluan pengurusan tertentu di KUA.

"Sehingga  pada akhirnya bisa mencemarkan nama baik lembaga dan institusi yang ada. Jangan sekali-kali memberikan pelayanan ke masyarakat yang ujung-ujungnya meminta imbalan," ingat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Aceh, Iqbal saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Bireuen dan Pidie Jaya, di aula kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Sabtu 10 Juli 2021.

Dikatakan Iqbal, jangan ada praktek yang bisa membuka ruang yang diluar prosedur yang berlaku. Jika ada laporan dan temuan seperti ini, oknum ASN yang bersangkutan BISA dikenakan sanksi dan bahkan pemberhentian dari jabatan. 

"Ini selalu saya tekankan, urusan apapun di KUA tanpa boleh mengutip pungutan di luar ketentuan perundang-undangan yang ada. Sehingga jangan sampai adanya komplain dari masyarakat," tambah Iqbal seraya menyebut lain halnya jika ada pemberian secara ikhlas dari masyarakat,  mungkin masih dapat ditolerir, sebab tidak ada doa tolak rezeki, yang ada hanya doa tolak bala. 

Menyangkut dengan wadah APRI, Iqbal mengatakan, Tugas Penghulu meman berat sebagai ujung tombak Kemenag di kecamatan. Namun seberat apapun tugas yang diemban, tapi jika dilakukan dengan ikhlas akan terasa ringan. Aspek keikhlasan dan ketulusan harus dikedepankan bagi setiap penghulu. Jadi dalam bertugas, jangan tergiur dengan iming-iming apapun yang bisa mencederai nama baik penghulu dan organisasi APRI itu sendiri. 

Diingatkan, Jangan sampai timbul komplain dari masyarakat, atau ada desakan agar kepala KUA di kecamatan tertentu minta dipindahkan. Misalnya ada kepala KUA yang jarang berada di kantor atau  melakukan praktek bisnis buku nikah.

Ditambahkan, APRI bukan organisasi abal-abal, tapi organisasi yang kuat dan dapat bersinergi dalam membangun bangsa dan negara. Dalam kesempatan itu, seluruh penghulu yang tergabung dalam APRI harus dapat menjadikan organisasi tersebut untuk meningkatkan kualitas para penghulu. Melalui APRI, manajemen penghulu yang sebagian besar merupakan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) harus dapat ditingkatkan, sehingga anggaran yang di plot benar-benar tepat sasaran.

Begitu juga dengan Jasa Profesi (jaspro), Iqbal meminta untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, dan sosial para penghulu.

Sebelumnya, Ketua Wilayah APRI Aceh, Drs. Erman Jaya, MA mengukuhkan 34 penghulu dalam wadah APRI Pengurus Cabang Bireuen dan Pidie Jaya periode 2021-2025. Sebanyak 21 penghulu yang tersebar di 17 kecaman dari Bireuen dan 13 penghulu dengan 8 kecamatan dari Pidie Jaya.

Pengurus Cabang Bireuen yang dikukuhkan, Ketua Drs. Anwar Nazar, Sekretaris Maimun, S.Ag, Bendahara Muhammad Adam S.Fhil.I.
Sementara Pengurus Cabang Pidie Jaya,  Ketua Tarmilin, S.Ag, M.Ag, Sekretaris Heri Gunawan, Kc, MA, dan Bendahara Mukhlis, S.HI. Kepengurusan organisasi kedua kabupaten juga dilengkapi dengan sejumlah seksi lainnya.

Prosesi pengukuhan APRI DIwarnai pengheningan cipta nasional tepat pukul 10.07 WIB, selama 30 detik untuk mendoakan para korban Covid 19, para nakes, dan mereka yang terlibat dalam satgas penangan Covid 19. 

Hadir dalan acara tersebut, Kepala Kankemenag Bireuen, Zulkifli Idris, Kepala Kankemenag Pidie Jaya, Ahmad Yani Sekretaris APRI Aceh Mahfuzh, dan undangan lainnya.

Waknen Juli / Kontributor Bireuen

Komentar

Loading...