Arab Saudi Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 untuk Umrah

Arab Saudi Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 untuk Umrah
Jemaah berbaris ketika keluar setelah mereka mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020.(STR)

KBA.ONE - Arab Saudi akan memberikan izin bagi jemaah yang sudah divaksin Covid-19 untuk menjalani ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah. Keputusan ini disampaikan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi pada, Senin (5/4/2021).

Seperti dilansir dari Arabnews.com, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menjelaskan bahwa izin tersebut akan diberikan kepada orang yang telah memenuhi 3 kategori berikut.

Pertama, mereka yang telah menerima suntikan vaksin sebanyak dua kali. Kedua, mereka yang telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelum kunjungan. Terakhir adalah orang yang dinyatakan sudah pulih dari Covid-19.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasistas operasional selama bulan suci Ramadhan secara efektif. Kondisi serupa juga berlaku untuk masuk ke Masjid Nabawi di Madinah.

Status vaksinasi setiap orang harus terdaftar di aplikasi Covid-19 Arab Saudi, yaitu Tawakkalna. Aplikasi itu diluncurkan tahun lalu, guna membantu melacak infeksi virus corona di negara tersebut.

Bagi jemaah yang akan mengunjungi dua masjid tersebut atau melaksanakan ibadah umrah, mereka harus mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Umrah Eatmarna. Kedua aplikasi ini merupakan platform resmi yang mengeluarkan surat izin asli.

Kementerian pun mengimbau publik agar tidak menggunakan situs web dan formulir dari aplikasi palsu.

Di samping itu, hampir 10.000 pekerja di Masjidil Haram telah divaksin, sebagai bagian dari rencana operasional Ramadhan. Berkaitan dengan protokol kesehatan, pemerintah juga membagi-bagi area masjid.

Halaman di sekitar Kabah dan lantai pertama akan diperuntukkan bagi peziarah yang melakukan Tawaf saja. Sementara, lima area akan tersedia untuk jemaah yang shalat di Masjidil Haram, termasuk halaman timur.

Sebelumnya, lebih dari 13 juta jamaah telah mengunjungi masjid dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan jaga jarak sejak Oktober 2020.

Sementara di Mesir, penasihat Menteri Kesehatan Mesir Noha Assem memperingatkan bahwa Ramadhan akan bertepatan dengan gelombang ketiga infeksi Covid-19. Maka, semua warga tetap harus menjalankan protokol kesehatan.

"Awal gelombang ketiga tergantung pada komitmen warga untuk tindakan pencegahan, memakai masker wajah dan mengikuti aturan jarak sosial," ujar Noha Assem.

Penulis: Desy Kristi Yanti | Editor: Anggara Wikan Prasetya

Dilansir dari laman Kompas.com

Komentar

Loading...