Asyiknya Menjajal “Rumah Tahanan” di Batam

Asyiknya Menjajal “Rumah Tahanan” di Batam
Kafe Mi Rampok di "Rumah Tahanan" Batam. | Foto KBA.ONE: Ghandi Mohammad.

Ini cuma konsep salah satu kafe yang lagi hits di Batam. Dengan style superlativisme, pengelola kafe ini ingin berbeda dari kafe-kafe lain yang tengah menjamur di Batam dan pelosok Tanah Air.

Laporan: Ghandi Mohammad 

Hari itu, waktu sudah menunjukkan pukul 21:45 WIB, tapi kota Batam masih berdenyut, masih terlihat ramai dengan segala aktifitas warganya. Di Alun-alun Engku Putri seperti biasa muda-mudi berkumpul bersama teman, tidak sedikit pula yang memadu kasih di malam panjang itu; weekend.

Tidak jauh dari pusat kota, di Komplek Citra Indah Blok A4 No.1 Batam Centre, tampak bangunan aneh dikelilingi jeruji besi, letaknya persis di pojok jalan. "RUMAH TAHANAN", begitu tulisan dengan huruf balok berukuran besar terpampang di depan bangunan itu.

"Tahanan baru masuk," sapa seorang lelaki bertopeng dan memakai baju garis-garis. Awalnya, timbul rasa geli dan sedikit terkejut. Tapi, setelah sadar bahwa konsep kafe ini bergaya ala penjara maka tamu-tamu yang datangpun mafhum. Ya, namanya juga rumah tahanan, setiap orang yang masuk ke area jeruji besi akan dianggap sebagai tahanan, meski ini bukan sungguhan. 

Blok Tahanan di Kafe Rumah Tahanan. | Foto KBA.ONE: Ghandi Mohammad.

Jika pada umumnya rumah tahanan atau penjara dianggap tempat yang menakutkan, dijatah makan makanan seadanya, tidak dengan rumah tahanan yang satu Ini.  Rumah tahanan ini justru sebaliknya; menyediakan bermacam makanan lezat, unik, dan tentunya bikin perut kenyang. 

Jadi, sekali lagi, Anda tak perlu khawatir karena ini bukan rumah tahanan sungguhan!  Ini cuma konsep salah satu kafe yang lagi hits di Batam. Dengan style superlativisme, pengelola kafe ini ingin berbeda dari kafe-kafe lain yang tengah menjamur di Batam dan pelosok Tanah Air.

Alhasil, dengan konsep unik dan kreatif  ala penjara dan segala atributnya, kafe ini mampu mencuri perhatian pengunjung.  Kafe Mi Rampok, begitulah orang-orang menyebutnya. 

Tidak hanya tempatnya yang unik, daftar menu makanan pun dijejali dengan nama-nama makanan yang unik dan aneh pula. Misalnya Mi Rampok, mi yang memiliki beberapa level kepedasannya. 

Ini dia Nasi Goreng Koruptor. | Foto KBA.ONE: Ghandi Mohammad.

Ada pula menu Nasi Goreng Koruptor dan Ayam Penyet Rampok. Selain itu, penyajian makanan pun terbilang ganjil, menggunakan tampah kaleng ala tahanan pada umumnya.

Di kafe ini, pengunjung harus memesan makanan di kasir dan membayarnya terlebih dahulu. Setelah itu, “tahanan” bebas memilih di blok mana ingin dipenjarakan. Ada beberapa blok Tahanan di kafe ini, di antaranya blok khusus tahanan korupsi, tahanan merampok, tahanan kekerasan,  dan tahanan narkoba. 

Pramusajinya juga tampil berbeda dengan mengenakan seragam garis hitam dan putih seperti tahanan penjara.

Karena penasaran, wartawan KBA.ONE mencoba mencicipi nasi goreng koruptor. Nasinya cukup banyak, dan disajikan unik di atas kerupuk yang dibentuk seperti mangkuk. 

Poster korupsi simbol peti mati. | Foto KBA.ONE: Ghandi Mohammad.

Sayangnya, pramusaji yang mengantarkan makanan tidak begitu paham mengapa menu tersebut dinamakan nasi goreng koruptor. "Mungkin karena porsinya lebar Bang, sama penyajiannya beda, pake mangkuk unik begini," ucap pramusaji.

Saat suapan pertama menyentuh lidah, cita rasa bumbu dan rempah dari nasi goreng koruptor ini sungguh menggugah selera. Apalagi jika dicampur dengan kerupuk yang juga dihidangkan sebagai mangkuknya.  

Bagaimana dengan menu lainnya seperti ayam penyet rampok? Tidak ada perbedaan dengan ayam penyet pada umumnya. Rasanya cukup enak, mak nyus!  Hanya saja sambal yang disajikan terasa terlalu manis. 

Di salah satu blok terlihat tiga orang wanita sedang asyik berswafoto. Soalnya, di area kafe ini, selain desain interior dan eksterior yang unik, pengelola kafe ini juga menyediakan banyak poster-poster dengan bacaan unik yang bertemakan kriminal. Juga disediakan ruang tahanan khusus berfoto berukuran 2x3 meter.

Di blok lainnya terlihat beberapa pasangan kekasih yang melewati malam minggu mereka dengan menikmati menu-menu unik di Kafe Mie Rampok Rumah Tahanan. 

Buanglah koruptor pada tempatnya. | Foto KBA.ONE: Ghandi Mohammad.

Makanan habis tanpa tersisa, cacing di perutpun bahagia dan tak lagi bersuara. Waktunya pulang. Selangkah melewati area jeruji besi, pramusaji mulai berteriak lagi,  "Tahanan kabur! " begitulah cara mereka menyampaikan salam perpisahan untuk pelanggan yang selesai menikmati makanan di Kafe Mie Rampok itu.

Batam, kini mungkin tak lagi hanya menjadi kota persinggahan, tapi sudah berubah menjadi salah satu kota pilihan untuk berwisata. Kita bisa melihat keindahan malam di sekitaran Alun-Alun Engku Putri, Masjid Raya Batam dengan arsitekturnya yang  keren, dan mencicipi aneka jajanan pasar malamnya.

Atau, Anda bisa juga mengunjungi kafe-kafe unik yang sedang hits di Batam, salah satunya Mie Rampok dengan konsep Rumah Tahanan ini. Anda tertarik? Ayo, buruan ke Batam “menyerahkan diri” ke kafe Rumah Tahanan yang unik dan menggelitik itu!

Komentar

Loading...