Badai Siklon Tropis Seroja Terjang Kupang, 3 Warga Tewas Tertimpa Bangunan yang Roboh

Badai Siklon Tropis Seroja Terjang Kupang, 3 Warga Tewas Tertimpa Bangunan yang Roboh
(ILUSTRASI) Suasana di Kota Kupang setelah dilanda badai siklon tropis Seroja pada Minggu (4/4/2021) hingga Senin (5/4/2021).(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

KBA.ONE, KUPANG - Sebanyak tiga warga Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas tertimpa gereja yang roboh.

Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka mengatakan, badai yang menghantam wilayah Kabupaten Kupang membuat sebagian gedung Gereja Gmit Hosana Naiotel roboh pada Senin (5/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita.

"Kejadian alam Siklon Tropis Seroja pada hari Senin, 5 April 2021, sekitar pukul 03.00 WITA, yang mengakibatkan sebagian gedung Gereja Gmit Hosana Naiotel, Desa Bokong roboh dan menimpa tiga orang dan dinyatakan meninggal dunia di tempat," ungkap Elpidus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/4/2021).

Sebanyak tiga orang yang meninggal merupakan seorang pendeta Merly Kande (35), Marisa Molina (7), dan seorang mahasiswi Janingsi Mentari Langkola (20).

Menurut Elpidus, tiga korban tewas itu tertimpa gereja yang roboh saat tidur di ruangan depan rumah pelayan yang berada di belakang gereja.

Saat ini, ketiga korban telah dievakuasi ke rumah duka di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah.

"Kuat dugaan para korban meninggal dunia akibat tertimpa kap batu yang roboh," ungkap Elpidus.

Elpidus menambahkan, evakuasi korban sempat terhambat karena cuaca ekstrem. Air sungai di sekitar lokasi meluap dan jaringan komunikasi terputus.

Korban meninggal dunia atas nama Janingsi Mentari Langkola rencananya dikebalikan ke rumah orangtuanya di Alor. Namun, pihak keluarga belum bisa dihubungi karena jaringan komunikasi terputus.

Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor: Dheri Agriesta

Dilansir dari laman Kompas.com

Komentar

Loading...