Hilang Daya Penciuman Bukan Hanya Akibat Covid-19

Bagaimana Penciuman Menentukan Kondisi Kesehatan?

Bagaimana Penciuman Menentukan Kondisi Kesehatan?
Ilustrasi. |Foto: Bbc.com

Efek penyakit terhadap daya penciuman manusia menjadi sorotan pada masa pandemi Covid-19, namun apa lagi yang bisa kita pelajari soal kesehatan dari hidung?

Barrie Smith didiagnosa mengidap penyakit Parkinson pada usia 50-an tahun, namun 18 tahun sebelum dia mendapat diagnosa tersebut, dia menunjukkan gejala permanen yang sangat janggal.

Pada satu hari dia mencium "bau asap yang kuat, seperti kabel terbakar," ujarnya. Sejak saat itu dia tidak pernah bisa mencium bau atau aroma apapun.

Pada saat itu, dokter yang menangani Smith menduga pasiennya itu kehilangan daya penciuman akibat sering menyelam menggunakan alat scuba mengingat penyelaman di laut dalam diketahui terkadang bisa menyebabkan gangguan pada daya penciuman.

Jika saja dugaan dokter benar saat itu.

Kehilangan daya penciuman memang bisa disebabkan scuba diving, seperti kasus Smith. Namun, kehilangan daya penciuman juga dapat disebabkan banyak hal lainnya.

Jaman sekarang sebagian besar orang langsung mengaitkannya dengan Covid-19.

Kehilangan daya penciuman juga bisa menjadi gejala penyakit saraf degeneratif, termasuk penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis (MS), penyakit Parkinson, dan Alzheimer.

Riset menemukan bahwa hingga 38% mereka yang mengidap MS dan hampir setengah dari orang lanjut usia yang didiagnosa mengalami demensia, menunjukkan tanda-tanda kehilangan daya penciuman lima tahun sebelumnya.

Sebuah kajian terhadap orang-orang lanjut usia menemukan keterkaitan antara daya penciuman dan harapan hidup. | Foto: Bbc.com

Adapun pada penyakit Parkinson, sebanyak 45%-96% pasien menunjukkan gangguan penciuman.

Selama bertahun-tahun, kehilangan daya penciuman alias anosmia, diabaikan sebagai penanda bagi penyakit seperti Parkinson. Namun, sejumlah ilmuwan meyakini bahwa menggunakan daya penciuman sebagai alat diagnosa dapat mencapai kemajuan besar.

Sebuah kajian terhadap orang-orang lanjut usia menemukan keterkaitan antara daya penciuman dan harapan hidup.

Patologi penyakit seperti Parkinson berada pada area olfactory di otak, jauh sebelum menjangkiti area lainnya. Hal ini diperkirakan menjadi alasan mengapa Smith kehilangan daya penciuman 18 tahun sebelum mengalami tremor pertamanya.

Komentar

Loading...