Bakar Lemang, Tradisi Warga Aceh Tenggara Sambut Lebaran

Bakar Lemang, Tradisi Warga Aceh Tenggara Sambut Lebaran
Warga Aceh Tenggara membakar lemang | KBA/Bulkaini

Tradisi memasak lemang, sudah lama dilakukan warga Aceh Tenggara secara turun temurun.

KBA.ONE, Kutacane - Berbagai persiapan dilakukan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah. Di Aceh Tenggara (Agara), mayoritas masyarakat memasak lemang untuk disajikan santapan saat lebaran.

Penganan yang dalam bahasa Alas disebut Khikis tersebut merupakan kue yang terbuat dari beras ketan, yang dimasukkan ke dalam bambu dengan dilapisi daun pisang. Cara memasak penganan ini adalah dibakar atau dipanggang di atas bara api hingga matang.

Pantauan KBA.ONE, Kamis 31 Agustus 2017, hampir seluruh desa terlihat di depan rumah warga memasak lemang. Asap mengepul di setiap rumah-rumah warga yang memasak lemang.

Lela, 45 tahun, warga Desa Lawe Hijo Kutacane mengaku selalu membuat penganan itu ketika lebaran tiba, serta perayaan maulid nabi. Sementara di wilayah pesisir Aceh, penganan ini kerap ditemukan saat Ramadan.

“Sebagai warga Kutacane saya merasa bangga bisa mempertahankan tradisi ini secara turun temurun. Bahkan, jika tidak ada lemang rasanya belum lengkap dalam jika merayakan lebaran,” ujarnya.

Tradisi memasak lemang, menurut Lela, sudah lama dilakukan warga Aceh Tenggara secara turun temurun. Namun ia tidak mengetahui pasti kapan tradisi itu dimulai.

“Yang jelas warga Agara dengan kesadaran sendiri membuat dan menjaga tradisi ini, tanpa ada instruksi dari pemerintah maupun pihak lain,” ujarnya.

Selain lemang, warga Aceh Tenggara juga menyiapkan lepat (timphan) dan lontong sayur sebagai penganan yang disajikan saat lebaran.

Kontributor Aceh Tenggara, Bulkaini Sekedang

Komentar

Loading...