Bambang Antariksa: Hakim MK Dituntut Berintegritas dan Tidak Tercela

Bambang Antariksa: Hakim MK Dituntut Berintegritas dan Tidak Tercela
Bambang Antariksa. | Foto: Ist

Undang-undang MK secara tegas melarang Hakim Mahkamah Konstitusi berperan sebagai advokat.

ADVOKAT dan Pemerhati Hukum di Sumatera Utara Bambang Antariksa menegaskan Hakim Mahkamah Konstitusi itu diposisikan sebagai sosok negarawan yang adil serta dituntut memiliki integritas dan kepribadian yang  tidak tercela.

 "Pasal 17 huruf d  UU No.24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi, secara tegas melarang Hakim MK berperan sebagai advokat," jelas kandidat doktor ilmu hukum USU Medan ini kepada waspada.id, Sabtu 6 November 2021.

Bambang berkomentar menjawab pertanyaan masuknya nama Hakim Konstitusi Manahan Sitompul dalam Team Hukum Penanganan Tanah Waris Lobu Sitompul di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumut.

Kata Bambang, advokat di sini tidak diartikan secara sempit sebagai advokat yang berpraktik di dalam pengadilan saja. Tetapi termasuk juga melakukan kerja-kerja di luar pengadilan seperti menjadi konsultan hukum atau pembina hukum dan sejenisnya. 

Pelanggaran atas hal ini, tambah Bambang, tidak hanya melawan sumpah atau janji sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, tetapi sudah dikategorikan pelanggaran atas kode etik dan Perilaku Hakim Konstitusi (Sapta Karsa Hutama). 

Bambang berharap masyarakat yang dirugikan atau mengetahui perilaku Hakim MK yang diduga melanggar sumpah atau melanggar kode etik, dapat menyampaikan laporan atau informasi ke Dewan Etik Hakim Konstitusi. 

"Dewan Etik inilah yang nantinya akan mengusulkan dibentuknya Majelis Kehormatan yang memeriksa dan memutuskan laporan atau informasi tersebut," tegas Bambang menutup pendapatnya.*** Baca: Klaim Bodong Para Pembesar di Batang Toru. | Ramadan MS

Republikasi dari laman berita www.waspada.id

Anara

Komentar

Loading...