Bantuan Covid-19 di Rawa Itek Jambo Aye Pilih Kasih

Bantuan Covid-19 di Rawa Itek Jambo Aye Pilih Kasih
Keluarga kecil Feri dan Intan di rumah kontrakannya. | KBA.ONE, Try vanny

“….suruh perintah sama Jokowi tambah duit biar saya bagi semua, duit sedikit dikasih tapi rakyat banyak, kan, tidak abis,” kata Abu Bakar, Geuchik Gampong Rawa Itek.

KBA.ONE, Aceh Utara – Hanya mampu mengenyam pendidikan SMA, Intan Purnama Sari, 30 tahun, seolah tak memiliki pilihan untuk mendapat pekerjaan yang mampu menghasilkan banyak pundi rupiah. Keseharian ibu dua anak ini cuma berprofesi sebagai buruh cuci pakaian dan pengasuh anak. Upahnya dibayar harian.

Dia juga tidak mematok harga tertentu bagi para tetangga yang meminta bantuan tenaganya. Bahkan, terkadang dia cuma mendapat bayaran seikhlasnya walau telah menguras waktu bekerja sehari penuh.

“Kalau jaga anak biasanya dikasih Rp15 ribu atau Rp20 ribu, nanti saat pulang dikasih ikan atau sayur. Saya kerja apa yang bisa, untuk bantu-bantu suami,” ungkapnya lirih, Sabtu 4 Juli 2020.

Saat KBA.ONE menyambangi kediaman orang tuanya di Gampong Rawa Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dia mengisahkan kondisi kehidupan rumah tangganya bersama Fery Fadli, 32 tahun. Pernikahannya telah terjalin selama 10 tahun. Sang suami sehari-hari bekerja di dorsmeer yang tidak jauh dari rumah mereka. Upahnya juga jauh dari kata cukup. Setiap harinya Fery mendapatkan Rp20 ribu hingga Rp40 ribu. Semua tergantung dari banyaknya sepeda motor yang dicuci.

“Selama Covid-19 pendapatan lebih parah lagi, semua orang sedang kesusahan sehingga yang mau cuci motor juga berkurang. Apalagi beberapa waktu lalu saya sempat mengalami kecelakaan, saya tidak bisa mencari rezeki selama dua pekan,” ungkap Fery.

Ya, Fery memang sempat menjadi korban tabrak lari sepeda motor saat dia dalam perjalanan pulang usai bekerja pada Mei 2020. Sepeda motor tiba-tiba menabraknya dari belakang.  Dia terpental jauh. Akibatnya, kaki kanan Fery mengalami cidera cukup parah sehingga ia tak bisa menafkahi keluarga kecilnya dalam beberapa pekan.

“Kami pulang ke rumah mertua, sesekali diberi uang dan makanan dari saudara. Istri saya juga tidak setiap hari bekerja, kalau ada yang telepon saja baru ada pekerjaan. Setiap bulannya dia hanya mendapatkan paling banyak Rp250 ribu,” ungkap Fery sembari memperlihatkan pergelangan kaki kanannya yang masih sakit.

Walau dengan segala keterbatasan, mereka tetap berusaha agar sang buah hati tidak putus sekolah. Pasutri ini memiliki gadis kecil yang bernama Aisyah Rani Putri, 8 tahun, saat ini mengenyam pendidikan kelas III SD 1 Rawang Itek. Sementara putra mereka Muhammad Habil, 5 tahun, rencananya akan masuk TK pada akhir tahun nanti. Namun hingga saat ini dirinya belum memiliki tabungan untuk mendaftarkan putranya ke sekolah. 

Keluarga kurang mampu yang luput dari bantuan terdampak Covid-19 di Desa Rawa Itek, Jambo Aye, Aceh Utara. | KBA.ONE, Try Vanny.

“Si kakak kalau sekolah juga gak selalu ada jajan, kadang kalau ada uang kami kasih Rp3.000,- jajannya, tapi kalau lagi gak ada uang paling bawa bekal dari rumah. Memang dia sesekali ada minta beli mainan seperti anak-anak lain, tapi kalau orang tuanya bilang belum ada rezeki dia sabar,” ujar Intan.

Keluarga kecil ini menempati sebuah rumah kontrakan berukuran 5 x 7 meter persegi. Dindingnya dari kayu, lantainya tanah dan atap terbuat dari tepas. Tidak terlihat tersedianya air bersih yang dapat dipergunakan sehari-hari. Bila ingin mendapatkan air,mereka harus meminta kepada tetangga yang bermurah hati.

Pasutri ini juga tidak mampu membayar sewa pertahun, jadi hanya memberikan uang sewa setiap bulan senilai Rp200 ribu. Bahkan, mereka mengaku uang sewa tersebut sering menunggak karena minimnya pendapatan.

“Kalau hujan, bagian belakang rumah pasti bocor. Daun yang dipakai untuk atap sudah tua sekali, jadi air hujannya pasti masuk dan membanjiri rumah,” katanya.

Intan mengaku kecewa karena dengan kondisi ekonomi yang tergolong sulit, dirinya tidak menerima bantuan apapun dari pihak pemerintah. Aparatur desa juga dianggap tidak memperdulikan permohonannya untuk mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dianggarkan pemerintah untuk warga terdampak Covid-19.

“Kami sudah diminta KK, tapi tidak dapat. Ada beberapa orang miskin lain juga gak dapat. Saat kami tanya sama pak geucik katanya belum rejeki, kalau kepala lorong bilangnya kami masih muda jadi gak dapat, tapi orang tua saya yang sudah tua dan miskin juga gak dapat,” kata Intan.

Hal senada juga disampaikan Pinur, 35 tahun, yang berprofesi sebagai honorer di sebuah puskesmas dengan upah Rp150 ribu per tiga bulan. Suaminya Arifin, 38 tahun, bekerja serabutan dan tidak memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan seorang anaknya.

“Saya juga tidak dapat bantuan apapun, mulai dari PKH, beras dan BLT juga tidak. Alasannya karena kami masih muda, tapi ibu saya yang sudah tua dan janda delapan tahun juga tidak dapat,” ungkapnya kesal.

Selain itu, Eva, 35 tahun, seorang ibu dari empat orang anak juga mengeluhkan hal yang sama. Suaminya Syamsuddin, 38 tahun, berprofesi sebagai sopir truk pengangkut sawit. Upahnya dibayar harian. Apabila tidak ada panggilan, maka sang suami tidak mendapatkan uang untuk menafkahi istri dan empat orang buah hatinya.

“Saya anak banyak, tapi tidak dapat PKH. Padahal penghasilan ayahnya sedikit, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Eva.

Beberapa warga asal Dusun Makmur, Gampong Rawa Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, tersebut menganggap pembagian dana BLT di desa mereka tidak tepat sasaran. Walaupun mereka telah menyampaikan pada kepala desa, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut apapun.

Sementara itu Geuchik Gampong Rawa Itek, Abu Bakar, yang dikonfirmasi KBA.ONE melalui telepon mengatakan pemilihan penerima bantuan BLT dilakukan oleh Tim Gugus Covid-19 Gampong. Di satu dusun terdapat 25 hingga 26 orang yang terpilih dengan kriteria, penghasilannya terdampak Covid-19, kurang mampu dan tidak menerima bantuan lainnya.

“Di desa saya yang terima dana itu ratusan orang, kalau menurut dia ada yang tidak berhak suruh cek sama dia. Kalau misalnya mau banyak menerima, suruh perintah sama Jokowi tambah duit biar saya bagi semua, duit sedikit dikasi tapi rakyat banyak, kan, tidak abis,” ucapnya. ***

Komentar

Loading...