Banyak Pasien Kanker Gunakan Ganja sebagai Alternatif Pengobatan

Banyak Pasien Kanker Gunakan Ganja sebagai Alternatif Pengobatan
Bunga ganja. Foto: mancunion.com

Tiga perempat pengguna aktif mengaku memakai ganja untuk meredakan gejala fisik, seperti rasa sakit dan mual.

KBA.ONE, Jakarta - Saat mengidap kanker, berbagai macam pengobatan ditempuh untuk meningkatkan kualitas hidup. Tak terkecuali penggunaan bahan yang belum dilegalisasi sepenuhnya. Penelitian pada pasien kanker di Seattle Cancer Care Alliance, sebuah pusat perawatan kanker di Seattle, Amerika Serikat, menyatakan bahwa hampir seperempat pasien menggunakan ganja medis pada tahun lalu.

Ketertarikan pasien pada ganja medis besar. Sayangnya, pasien yang ingin tahu lebih banyak tentang penggunaan ganja selama masa perawatan tak digubris oleh dokter. Akhirnya pasien malah beralih mencari informasi alternatif yang diragukan kebenarannya secara ilmiah.

Terhadap 900 pasien kanker, Steven A. Pergram dan koleganya mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penggunaan ganja maupun tentang keyakinan mereka terhadap obat. Pergram mendapati bahwa 24 persen pasien merupakan pengguna ganja medis aktif.

Artinya, mereka telah menggunakan ganja pada tahun lalu untuk gejala penyakit terkait kanker. 21 persen menggunakannya dalam satu bulan terakhir. “Jumlah yang didapatkan dari riset dua kali lipat dari survei nasional di Amerika Serikat,” kata Pelgram seperti dikutip dari kompas.com, Ahad, 1 Oktober 2017.

Dari total pengguna aktif, 74 persen menggunakan ganja setidaknya seminggu sekali. 56 persen pasien memakainya sekali sehari, dan 31 persen pasien menggunakan beberapa kali dalam sehari. Pasien kanker menggunakan ganja dengan cara dibakar atau dikonsumsi layaknya makanan.

Alasan pasien menggunakan ganja pun beragam. Tiga perempat pengguna aktif mengaku memakai ganja untuk meredakan gejala fisik, seperti rasa sakit dan mual. Sementara, dua pertiga pasien aktif punya tujuan menggunakan ganja untuk membantu gejala kejiwaan, seperti stress dan gangguan tidur.

Para pasien kanker sendiri tidak mendapatkan informasi yang memadai soal khasiat maupun efek samping penggunaan ganja. Dari 74 persen pasien, kurang dari 15 persen yang mendapatkan informasi dari layanan kesehatan. Sementara itu, informasi lainnya di dapat dari teman, anggota keluarga, atau pasien lain.

Penelitian yang telah dipublikasi di jurnal Cancer pada 25 September 2017 ini masih memiliki keterbatasan. Pergram dan timnya tidak meneliti khasiat dan efek samping penggunaan ganja selama masa perawatan pasien. Selain itu, populasi sampel hanya berasal dari satu pusat pengobatan, tidak dapat mewakili keadaan seluruh pasien kanker di Amerika.

Komentar

Loading...