Baru Bebas Asimilasi, Pria Ini Kembali Diringkus Polisi Setelah Mencuri Sepmor Warga Aceh Tengah

Baru Bebas Asimilasi, Pria Ini Kembali Diringkus Polisi Setelah Mencuri Sepmor Warga Aceh Tengah
Pelaku dan barang bukti dihadirkan saat konferensi pers di Mapolres Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Pria berinisial RJ, 22 tahun warga Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, kembali ditangkap polisi setelah sebelumnya diberikan asimilasi oleh pemerintah pada akhir Desember 2020, di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Takengon.

Ia ditangkap dalam kasus yang sama, yaitu pencurian. Sebelumnya, RJ divonis selama 1,6 tahun dan diberi pemotongan tahanan enam bulan, lantaran dinilai berkelakuan baik di rutan.

Kali ini ia kembali dijerat dengan kasus pencurian, sebanyak empat unit sepeda motor (sepmor) warga Aceh Tengah berhasil ia boyong dari depan rumah pemiliknya menggunakan kunci T.

“RJ ini merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Kita meminta ini menjadi pertimbangan hakim di pengadilan, mereka yang memutuskan perkara, karena RJ telah mengulangi kembali tindak pidana yang sama di beberapa TKP,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, saat menggelar konferensi pers dengan awak media, Rabu 07 Juli 2021.

Sandy menyampaikan modus operandi yang dilakukan oleh pelaku saat melakukan pencurian, dengan merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci T. Itu dilakukannya terhadap sepeda motor yang dikunci setang, namun tidak menggunakan penutup magnet.

“RJ melakukan pencurian dikarenakan faktor ekonomi keluarga, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” terang Sandy didampingi Kasatreskrim AKP Ahmad Arief Sanjaya.

Selain RJ, polisi juga mengamankan MS, 23 tahun, warga Gandapura Kabupaten Bireuen. Ia ditangkap diduga melakukan penadahan dengan tujuan sebagai alat transportasi sehari-hari.

Lebih lanjut, kata Sandy, Satreskrim Polres Aceh Tengah melakukan pengembangan atas kasus itu, ada empat sepeda motor hingga hari ini belum diketahui siapa pemiliknya. “Jika warga Aceh Tengah yang merasa kehilangan sepeda motor, silahkan datang ke Satreskrim Aceh Tengah untuk mengecek langsung sehingga kami tau siapa pemiliknya, sekaligus membawa dokumen kepemilikan,” terang Sandy.

Pihaknya juga mengamankan satu unit mobil Grand Max berwarna putih. Bahkan mobil itupun belum diketahui siapa pemiliknya, bagi warga yang merasa kehilangan segera cek langsung ke Polres Aceh Tengah. “Pelaku tidak bisa memberikan dokumen kepemilikan atas mobil itu, jadi kami imbau yang merasa kehilangan mobil cek langsung ke sini,” ajak Sandy.

Ia mengimbau kepada warga Aceh Tengah untuk berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan. Pastikan kendaraan dikunci ganda supaya tidak diboyong pencuri, terlebih saat ini situasi tengah dirundung pandemi Covid-19, otomatis ekonomi warga tengah sulit. “Jangan berikan kesempatan kepada pencuri,” himbau Sandy.

Atas perbuatanya itu, RJ dikenakan pasal 363 pasal 363 Ayat (2) KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Sedangkan MS dikenakan pasal 480 KUHPidana tentang tindak pidana penadahan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Komentar

Loading...