Batik Indonesia Jadi Inspirasi Seni Tekstil Australia Sejak 1970-an

Batik Indonesia Jadi Inspirasi Seni Tekstil Australia Sejak 1970-an
Peragaan gaya busana penduduk asli Australia | DAAFF

KBA.ONE, Jakarta - Corak batik Indonesia memberikan sumbangsih bagi seni tekstil di Australia. Hal ini diakui Direktur Eksekutif Darwin Aboriginal Arts Fair Foundation atau DAAFF Claire Summers. "Batik Indonesia telah memberikan inspirasi bagi gerakan seni tekstil penduduk asli Australia di awal tahun 1970-an," ujar Summers.

DAAF merupakan perwakilan lebih dari 60 pusat seni penduduk Asli di seluruh Australia. Mereka akan berbagi panggung dengan peserta kursus singkat Australia Awards Novita Yunus, dengan koleksi terbarunya dari Batik Chic, Sabtu besok, 20 Oktober 2018.

Untuk pertama kalinya, seni dan gaya busana penduduk asli Australia turut meramaikan Jakarta Fashion Week. "Kami merasa terhormat dapat menampilkan koleksi yang merayakan 40 tahun prakarsa dan pengembangan dalam praktik tekstil penduduk asli," ujar Summers.

Wakil Duta Besar Australia Allaster Cox mengamini pernyataan Summers. Menurutnya memang hubungan antara seni tekstil Australia dan Indonesia sangat jelas. "Menyatukan keduanya di atas panggung JFW menunjukkan kaitan yang kuat antara desainer kreatif kedua negara kita," ujar Cox.

Koleksi unik DAAFF yang bakal dipamerkan bertema 'from country to couture' menceritakan kisah yang kaya tentang sejarah penduduk asli dan warisan budaya melalui mode kontemporer.

Adapun Novita Yunus yang terinspirasi oleh waktunya selama di negeri Kangguru tersebut, akan mengawinkan flora Indonesia dan Australia dalam koleksi batik chic bush barunya yang mencolok. "Menggabungkan teknik tradisional Indonesia seperti batik Tuban dan bordir bunga unik Australia, mengawinkan budaya kita dan nilai tambah terhadap warisan bersama kita," ujarnya.

Selama tiga tahun terakhir, Kursus Kesiapan Bisnis Internasional Australia Awards untuk sektor mode dan tekstil telah menghasilkan lebih dari 75 lulusan. Banyak di antaranya menjalankan beberapa label paling populer di Indonesia.

Ini merupakan tahun keempat bagi mode Australia ditampilkan di Jakarta Fashion Week. Koleksi tahun ini menyoroti cara unik para desainer Australia dan Indonesia menerjemahkan akar budaya mereka ke dalam adibusana.

Komentar

Loading...