Bekas Kantor DPMPKB Aceh Jaya "Disulap" Jadi Tempat Isolasi Mandiri Covid-19

Bekas Kantor DPMPKB Aceh Jaya "Disulap" Jadi Tempat Isolasi Mandiri Covid-19
Sekda (kemeja putih) didampingi tim gugus tugas dan Kabid Aset Pemkab Aceh Jaya. | Foto: KBA.ONE, Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya - Bekas bangunan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan Perempuan Keluarga Berencana (DPMPKB), Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mempersiapkan ruang isolasi mandiri baru bagi petugas medis dan masyarakat yang terdampak Covid-19, tepatnya di Lhok Kubu, Desa Bahagia, Kota Calang.

Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Jaya, Mustafa, saat peninjauan lokasi mengatakan persiapan tempat isolasi mandiri ini hampir rampung. "Empat kamar sudah selesai dikerjakan lebih awal, guna untuk persiapan launching. Untuk 15 kamar lagi Insyaallah akan selesau di akhir bulan ini 100 persen," imbuhnya, Sabtu 7 November 2020.

Selain itu, kata dia, di dalam kamar atau barak dibuat tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas seperti AC, TV, dan sebagainya. Sehingga bagi pasien yang diisolasi dapat merasa nyaman.

Sementara, Jubir Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Aceh Jaya, Idham, mengatakan ada dua sumber anggaran dalam menyiapkan tempat isolasi mandiri ini.

Pertama, ada bantuan dari Pemerintah Aceh, yang berada di Dinas Kesehatan kabupaten dengan menyiapkan empat tempat tidur dan ruang petugas.

Kemudian, sumber anggaran kedua, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Jaya, yang ditetapkan di Dinas Dinas Pendapatan Kekayaan Kabupaten (DPKK), dengan mengelola 30 tempat tidur atau 15 ruangan.

Untuk keseluruhan, target tempat tidur di tempat tersebut berjumlah 36 bed, dengan 15 ruangan ditambah lima ruangan.

"Sedangkan jumlah kamar yang bersumber dari APBK, terdapat 15 kamar, dan dari Dinas Kesehatan ada enam kamar," terang Idham.

Tujuan dibuatnya tempat isolasi mandiri ini, dikatakannya, guna persiapan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG). "Bila nanti ada pasien dengan gejala, perawaran tetap kita lakukan di rumah sakit," ungkapnya.

Selain itu, tempat ini, kata Idham, nantinya juga berfungsi bagi pasien yang tidak mampu dirawat di rumah tekait isolasi, nantinya akan dirawat di tempat tersebut.

Kemudian, nanti ada pasien OTG tidak mampu melakukan isolasi di rumahnya, atau tidak layak untuk dilakukan tempat isolasi, hanya mempunyai satu kamar, atau dikhawatirkan berjangkit kepada yang lain, Idham, menyarakan untuk dilakukan isolasi tempat ini.

"Karena, di tempat ini, kita sudah menyiapkan beberapa kamar yang di dalam kamar tersebut ada untuk satu pasien, suami istri ataupun satu keluarga," terangnya kepada KBA.ONE.***

Komentar

Loading...