Bekas Pengawal Mualem Berniat Jadi Anggota DPR RI

Bekas Pengawal Mualem Berniat Jadi Anggota DPR RI

Petrus dan Fauzan Azima, panglima wilayah Linge, menjemput Mualem di Bukit Rebol, Kecamatan Bandar, Bener Meriah.

KBA.ONE, Banda Aceh - Gaya bicaranya blak-blakan. Mungkin karena tubuh tambunnya, lawan bicara merasa “terintimidasi. Tapi ternyata, Fadhli Abdullah memiliki selera humor yang bagus. Tapi tentu bukan ini yang menjadi modalnya saat menyatakan diri hendak mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Pemilihan Umum 2019.

"Bagiku, ini perang yang sesungguhnya antara GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan Pemerintah Pusat. Ini visi dari hutan belantara menuju kota," kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik Partai Hanura Aceh yang kerap disapa Petrus ini, seperti dikutip dari AJNN, Sabtu, 2 September 2017.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Petrus akan maju mewakili Aceh di pusat. Sebagai bekas kombatan, Petrus merasa bangga bisa dipercaya untuk maju menjadi calon anggota DPR RI.

Di Aceh, sosok yang satu ini cukup berpengaruh di kalangan bekas kombatan GAM. Pada pertengahan 2004, dia sama-sama berperang melawan tentara. Bahkan dia menjemput Muzakkir “Mualem” Manaf dan 17 orang pasukannya yang terkepung di wilayah Pasee dan Bateeilek. Petrus dan Fauzan Azima, panglima wilayah Linge, menjemput Mualem di Bukit Rebol, Kecamatan Bandar, Bener Meriah.

Petrus mengatakan niat ini adalah pertarungan yang sebenarnya demi Aceh yang lebih baik. Petrus mengatakan ini adalah panggilan untuk mengawal perdamaian dan memperjuangkan implementasi Undang-Undang Pemerintah Aceh.

"Pak Oesman Sapta Odang mengatakan kepada saya, ‘Petrus kamu harus maju ke DPR RI, biar ada bekas kombatan yang duduk di pusat’," kata Petrus mengulangi pernyataan OSO. Menurut Petrus, selama ini para bekas kombatan hanya jadi alat pemenangan. Namun saat pemilihan usai, mereka ditelantarkan.

Komentar

Loading...