Beri Peringatan Korupsi, Kajari Aceh Tengah: Konsekwensinya Pidana

Beri Peringatan Korupsi, Kajari Aceh Tengah: Konsekwensinya Pidana
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tengah, Yovandi Yazid. | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tengah, Yovandi Yazid, memberi peringatan dini tentang penyalahgunaan anggaran di daerah berhawa sejuk itu.

“Silahkan laporkan ke kami jika ada temuan dugaan penyalahgunaan anggaran, kami akan proses dan merahasiakan identitas pelapor,” kata Yovandi, Sabtu, 27 Maret 2021.

Peringatan itu ia sampaikan semenjak menginjakan kaki di Takengon, dan resmi bertugas pada 12 Maret 2021. Kata dia, tidak ada ruang bagi oknum yang mencoba bermain dengan anggaran. Konsekwensinya adalah pidana, bahkan jika oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermain dengan anggaran akan berakhir dengan pemecatan.

Terlebih, track record mantan Kajari Kalimantan Tengah itu pernah menjabat sebagai Ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh tahun 2015. Waktu itu gencar kasus Gerakan Fajar Nusantara.

Bahkan, Yovandi mengajak semua pihak untuk mengawasi secara bersama tentang penggunaan anggaran, baik kabupaten atau desa. Pihaknya membuka pintu terbuka untuk laporan, selama laporan yang dilayangkan itu tidak palsu.

Kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), menurut Yovandi merupakan pemufakatan jahat yang direncanakan secara bersama untuk melawan hukum. Praktik itu katanya, dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Ini tidak bisa dibiarkan, sesuai intruksi dan arahan dari Kejaksaan Agung, yang paling utama kita melakukan pencegahan terhadap praktek KKN di Kabupaten Aceh Tengah,” ungkap mantan Kajari Kalimantan Tengah tahun 2015 itu.

Bahkan, ia mengajak semua pihak untuk mendukung Kejaksaan Negeri Aceh Tengah menuju zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Semangat Yovandi bagaikan angin segar untuk masyarakat Aceh Tengah, eksistensi lembaga itu diminta menjawab kebutuhan masyarakat, tentang pelayanan hukum utamanya dalam hal memberangus kejahatan korupsi yang kian meresahkan.

“Kami juga ikut mengawasi pekerjaan pembangunan daerah, yang sedang dikerjakan dan yang sedang dikerjakan. Ini akan kami awasi, jika terjadi penyimpangan akan kita tindak,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menandatangi fakta integritas pencangan Wilaya Bebas korupsi (WBK). Dengan adanya fakta integritas itu, ia berharap bukan hanya pernyataan di atas kertas semata, tanpa ada tindak lanjut dan penerapan yang nyata.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penanda tanganan fakta integritas WBK, semoga masyarakat semakin yakin dengan lembaga ini,” imbuh Yovandi.

Ia meminta dukungan semua pihak selama bertugas di kabupaten penghasil Ikan Depik itu komit untuk kemaslahatan dan penegakan supremasi hukum masyarakat Aceh Tengah. “Kami akan berupaya melanjutkan tugas-tugas pejabat yang lama. Tentu kami butuh dukungan dari semua pihak,” tutup Yovandi Yazid.

Diketahui, Yovandi Yazid adalah pengganti Kajari Nislianudin kini menjabat sebagai Kajari di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur, ia ditugaskan terhitung sejak 01 Maret 2021 berbarengan dengan pelantikan Kajari Aceh Tengah yang baru.

Yovandi diketahui pernah bertugas sebagai, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Padang pada tahun 2012. Kasi Tindak Pidana Khusus pada Kejari Jakarta Selatan pada tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2020, ia pernah menjadi Kajari Kalimantan Tengah saat itu ia dipercaya sebagai Koordinator Kejati Kalimantan Tengah. Kini bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...