BPJAMSOSTEK Berikan Materi kepada Mahasiswa, Awal: Jangan Ragu untuk Bekerja

BPJAMSOSTEK Berikan Materi kepada Mahasiswa, Awal: Jangan Ragu untuk Bekerja
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Banda Aceh, Awalul Rizal saat memberikan motivasi di Politeknik Kutaraja, Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Ulfah

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Banda Aceh, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Praktek (KKP) mahasiswa Politeknik Kutaraja, Banda Aceh, Kamis 21 Januari 2021.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Cabang Banda Aceh, Awalul Rizal, menyampaikan kepada para mahasiswa yang akan melaksanakan KKP, agar tidak takut ketika terjadi kecelakaan saat bekerja, karena BPJAMSOSTEK memiliki program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), dan beberapa santunan lainnya.

Kemudian, Jaminan Kematian (JK), terdiri dari biaya pemakaman dan santunan berkala. Jaminan Hari Tua (JHT), terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya.

Awal menyampaikan BPJAMSOSTEK juga ada program Return To Work (RTW) yaitu melatih peserta yang sudah cacat akibat kecelakaan untuk kembali bekerja. Biaya saat pelatihan akan dibiayai oleh BPJAMSOSTEK.

"Jadi jangan ragu untuk bekerja, pemerintah melindungi pekerjanya melalui BPJAMSOSTEK," katanya.

Dalam kegiata itu, Awal juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang akan melakukan KKP. Ia menyebutkan berdasarkan pengalamannya ketika mengajar atau memberi materi di beberapa kampus di Aceh, terlalu banyak orang khususnya mahasiswa yang cemas untuk menyampaikan sesuatu. Padahal di luar sana speaking yang diperlukan.

Ia mencontohkan, ketika seseorang melakukan wawancara di perusahaan pasti terlihat bingung. Padahal saat itu yang dibutuhkan adalah kepercayaan diri, menyampaikan ide, dan sebagainya. Ditambah lagi, posisi saat wawancara harus semangat, "pandangan mata, sama saat wawancara harus menguasai institusi," ungkapnya.

Awal juga memberikan trik kepada para mahasiswa ketika melakukan wawancara kerja, yaitu perlu menguasai bahasa inteleg. Saat ujian asesmen harus mempelajari psikotes, dan tidak lupa melakukan silaturahmi, memperluas pengetahuan terkait perkembangan perusahaan, bisnis, dan usaha.

"Tetap optimis, di luar sana persaingan luar biasa, kita jangan sampai tertinggal. Dasar mentalnya bagus, hanya optimisnya saja harus diasah lagi," tutup Awal.***

Komentar

Loading...