Berwisata di Taman Burung Dara

Berwisata di Taman Burung Dara
Lokasi wisata Taman Burung Dara

Ide membangun tempat ini datang karena Mursalin terinspirasi sebuah lokasi wisata yang mendekatkan manusia dengan alam.

KBA.ONE, Aceh Besar - Sejumlah remaja terlihat bercengkerama di bawah deretan payung berwarna pelangi yang digantung di atas lapangan bulu tangkis. Ada yang berbincang, ada juga yang duduk untuk sekadar menikmati suasana alam yang asri di Gampong Glee Karong, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Bagian tengah lapangan dibiarkan kosong, tanpa payung dan meja. Di sini, anak-anak muda dan para pengunjung Taman Wisata Burung Dara dapat bermain dan memberi makan burung-burung jinak itu. Lokasi ini hanya berjarak sekitar belasan kilometer dari Banda Aceh.

“Tidak hanya laut, kita juga punya banyak keindahan alam untuk dinikmati bersama teman dan keluarga. Di sini salah satunya,” kata Mursalin, pemilik Taman Burung Dara, Kamis lalu.

Ide membangun tempat ini datang karena Mursalin terinspirasi sebuah lokasi wisata yang mendekatkan manusia dengan alam. Menghabiskan waktu untuk bermain dengan burung yang terbang bebas adalah cara mengedukasi bahwa manusia juga bisa menikmati keindahan alam tanpa memasukkan burung ke dalam sangkar.

Hampir seluruh areal di Taman Burung Dara ini berada di lokasi terbuka. Kecuali bangunan utama yang dijadikan Mursalin sebagai dapur. Jadi, ke manapun memandang, para pengunjung akan melihat bentang alam yang hijau. Jika cuaca tak panas, lokasi ini sangat nyaman untuk dikunjungi.

“Bagi pengunjung tidak usah khawatir mengenai budget yang harus di sediakan. Tidak adanya pungutan parkir dan biaya masuk ke tempat. Semuanya gratis, kecuali makanan dan minuman,” kata Mursalin.

Mursalin baru saja membuka tempat ini untuk umum sekitar dua pekan lalu. Namun tempat ini mulai ramai dikunjungi. Mereka datang dari Banda Aceh, Lhoseumawe dan daerah lain. Bahkan, kata Mursalin, banyak orang di Indrapuri belum mengetahui tempat wisata ini.

Mursalin berencana menyempurnakan tempat wisata seluas 20 hektare itu dengan berbagai fasilitas. Seperti permainan out bound, kolam pancing, areal perkemahan dan kolam renang. Dia juga berencana melengkapi makanan khas Aceh dalam daftar menu, seperti sie reuboeh, eungkot paya dan ayam tangkap.

“Jadi tak hanya menikmati alam, di sini, juga dapat menikmati kopi dan makanan khas Aceh lainnya,” kata Mursalin.

Komentar

Loading...