BI Optimis Ekonomi Indonesia Membaik pada 2021

BI Optimis Ekonomi Indonesia Membaik pada 2021
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. | Foto: Kompas.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Sembilan bulan berjuang melawan Covid-19, kini perekonomian Indonesia mulai membaik. Bahkan, Bank Indonesia (BI) optimis melakukan pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual, Kamis 3 November 2020, mengatakan untuk mewujudkan perekonomian Indonesia kembali membaik, tentu melalui satu prasyarat, yaitu vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19.

Selain itu, lima strategi respons kebijakan, yakni pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Dengan strategi tersebut, kata dia, dapat meningkatkan perekonomian Indonesia di tahun 2021, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. 

Kemudian, stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1% serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat. Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0-2,0% Produk Domestik Bruto (PDB). 

"Stabilitas sistem keuangan juga semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, NPL (Non Performing Loan) yang rendah, serta pertumbuhan DPK dan kredit yang masing-masing meningkat ke sekitar 7-9% pada 2021," kata Perry. 

Perry juga menyebutkan momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan berbagai pihak lainnya. 

Gubernur Bank Indonesia secara khusus menekankan, terdapat lima kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional, yaitu, pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan realisasi stimulus fiskal, peningkatan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI, Joko Widodo, juga menekankan bahwa momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga. Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak muncul pandemi gelombang kedua yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan.

Pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung diprakirakan semakin meningkat. Pada 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8%, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya PMA sebagai respons positif terhadap Undang-Undang Cipta Kerja.***

Komentar

Loading...