Bisnis Thai Tea yang Mulai Menggeser Teh Tarik

Bisnis Thai Tea yang Mulai Menggeser Teh Tarik
Thai tea | Foto: Phiphiisland_teacoffee

Memulai ide awal hanya memasarkan Thai Tea kemasan botol, kini bisnis itu beromzet ratusan juta rupiah pertahun.

KBA.ONE, Banda Aceh - Ada yang menarik dari bisnis minuman di Banda Aceh. Belakangan, nama Thai Tea mendadak melambung dan menjadi menu favorit menandingi "keperkasaan" Teh Tarik asal negeri jiran Malaysia.

Sama-sama berbahan dasar teh, saat ini minuman Thai Tea menjadi salah satu minuman hits yang banyak digemari kalangan milenial di Banda Aceh. Awalnya, minuman asal Thailand ini cuma berbahan dasar teh. Tapi, seiring kebutuhan pasar, pengusaha Thai Tea berinovasi dan mengembangkan aneka varian rasa. Ini agar penyuka Thai Tea tak lagi larut dalam satu rasa.

Salah satu gerai Thai Tea yang tidak asing bagi kaum milenial di Banda Aceh dan sekitarnya adalah Island Coner atau Phi-Phi Island Tea & Coffee. Gerai milik Fajar Rifaldi dan Bilal ini berada di jalan T. Panglima Nyak Makam, Lambhuk, Banda Aceh.

Gerai PhiPhi Island di Lampineung, Banda Aceh | Foto: Kba.one

Selain lokasinya yang starategis, gerai ini memiliki banyak varian rasa yang membuat penikmatnya ingin kembali untuk mencoba lagi.

Fajar bercerita banyak kepada KBA.ONE pada Rabu 4 Desember 2019. Kata dia, ide awal membuka usaha Thai Tea hanya memasarkan Thai Tea kemasan botol saja. "Kami memasarkan dengan menitipkan minuman itu di kantin-kantin sekolah," cerita Fajar mengenang permulaan bisnis Thai Tea nya.

Sambil melanjutkan obrolan dengan KBA.ONE, Fajar sesekali melempar senyum ramah. Lalu ia membuka kisah mengapa kemudian Thai Tea miliknya semakin berkembang. "Waktu itu teman saya Bilal mengusulkan ide Thai Tea dengan kemasan yang berbeda," cerita Fajar.

Padahal, kata Fajar, pada 2017 usahanya hanya bermodalkan gerobak. Tetapi dengan keyakinan dan tekat yang kuat, pria 30 tahun ini dapat mengembangkan usahanya hingga memiliki lima cabang dan 13 mitra frainchise di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Medan.

Phi-Phi Island Tea & Coffee adalah salah satu gerai Thai Tea yang beroperasi sejak Mei 2018, memiliki tiga series menu yaitu Creamy, Fresh, dan Yakult series. Creamy series yaitu Original Thai Tea, Thai Green Tea, Thai Coffee, Thai Coffee Milo, Taro, Dark Chocolate, Cookies and Cream. Fresh series yaitu Summer dan Thai Lemon Tea, sedangkan Yakult series yaitu Lychee, Manggo, dan Grape Yakult.

Menu Thai Tea di PhiPhi Island | Foto: Mira

Selain itu, setiap pembelian juga dapat ditambah dengan extra toping seperti Cream Cheese, Milo, Bubble, Chocolate. Minuman ini dibanderol dengan harga yang berbeda, tergantung ukuran cup minuman yang dipesan. Jika cup regular seharga Rp15 ribu dan small Rp12 ribu tanpa tambahan toping, hot (panas) Rp11 ribu.

Melihat penggemar minuman ini semakin "menggila", Fajar dan rekannya terus berinovasi hingga mencapai titik penjualan tertinggi dengan omset mencapai Rp250 juta pada November 2019. Menurutnya, ini dipicu munculnya menu terbaru Boba series, yaitu Black Oreo Boba, Boba Brown Sugar with Milk, dan Ovaltine + Ovomaltine Boba yang dibandrol seharga Rp20 ribu per cupnya.

Menu terbaru di PhiPhi Island | Foto: Mira

Saat KBA.ONE menanyakan kunci sukses penjualannya, Fajar mengaku kalau mereka konsisten dirasa. "Soalnya mitra franchise kami adakan blended test, kayak random gitu," kata Fajar.

Gerai ini selain menyediakan varian Thai Tea, juga menyediakan kebab. Dengan lebih menggunakan konsep take away, saat ini Fajar telah memiliki 11 karyawan yang bertanggung jawab di bagian Thai Tea serta lima karyawan bertanggung jawab di bagian kebab. Anda penasaran? Yuk, kunjungi Gerai Thai Tea milik Fajar! | Mira, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...