BMKG: Cuaca Buruk Hingga Angin Kencang Melanda Aceh Bulan Ini

BMKG: Cuaca Buruk Hingga Angin Kencang Melanda Aceh Bulan Ini
Ilustrasi cuaca buruk. | Foto: Inews.id

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan cuaca buruk masih melanda wilayah Aceh.

Kepala seksi Data dan Informasi Kelas Satu Iskandar Muda, Zakaria, mengatakan saat ini dinamika atsmosfer belokan angin masih ada di Aceh anamli mukalaut juga masi terdapat di sekeliling Aceh.

Ia menyebutkan hal tersebut masih terjadi di wilayah Selat Malaka, di Samudera Hindia Sumatra dan di Laut Andaman. "Ini artinya penguapan masih terjadi di Aceh dan juga belokan angin," katanya, Senin 2 Agustus 2021.  

Ia mengatakan perbelokan angin dari barat daya menuju Samudera Pasifik melewati Aceh, sehingga terjadi pembelokan angin di Aceh. "Akibat perbelokan tersebut pembelokan angin di Aceh melambat dan terjadi pembentukan awan konfektif awan-awan hujan," tambahnya.

Ia mengatakan beberapa wilayah di Aceh masih berpotensi hujan ringan hingga sedang dan di wilayah berawan, berawan banyak hingga hujan ringan.

"Wilayah yang berawan banyak Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan wilayah Aceh Barat, Nagan Raya. Sedangkan daerah berpotensi hujan dan ringan Aceh Jaya, Simeulue, Sabang, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan mungkin Aceh Selatan," sebutnya.

Kemudian, pihak BMKG memperingatkan masyarakat musim ini angin kencang melanda seluruh Aceh arah angin barat daya dengan kecepatan antara 20 dengan 40 km per jam. "Ini artinya bisa merobohkan pohon, menerbangkan atap rumah supaya masyarakat lebih hati-hati," pesannya.

Selain itu, terdapat tiga daerah yang berpotensi terjadi kilat petir hingga angin puting beliung yaitu wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa yang diakibatkan awan komenimbes.

Di sisi lain, angin baratan ini juga berpengaruh pada gelombang laut tinggi pihaknya mencatat di perairan Selat Malaka bagian utara setinggi lima sampai empat meter, dan sebelah utara Sabang mencapa dua setengah sampai empat meter, dan peraiaran barat selatan berpotensi ketinggian gelobang yang sama dan barat Aceh dua setengah sampai lima meter.

"Untuk darah penyeberangan kategori menengah antara 1,5 sampai dua setengah meter baik penyeberangan Sabang maupun Simeulue," tutupnya. | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...