Manfaat Naik, BPJAMSOSTEK Banda Aceh Siap Gaet seluruh Nelayan dan ABK

Manfaat Naik, BPJAMSOSTEK Banda Aceh Siap Gaet seluruh Nelayan dan ABK
Pertemuan tim BPJAMSOSTEK cabang Banda Aceh dan pengurus kapal di wilayah otoritas Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Banda Aceh. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) cabang Banda Aceh mensosialisasikan kenaikan manfaat program kepada para pengurus kapal di wilayah otoritas Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Banda Aceh, Selasa 4 Februari 2020.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja dan Kesyahbandaran PPS Kutaraja.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Banda Aceh Awalul Rizal, mengatakan BPJAMSOSTEK diamahkan oleh UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, untuk melindungi masyarakat pekerja termasuk para nelayan dan anak buah kapal. "Untuk itu kami terus berperan aktif mengenalkan dan mengajak seluruh pekerja untuk terdaftar kedalam empat program BPJAMSOSTEK,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, Awalul mensosialisasikan program dan menyampaikan tentang kenaikan mamfaat program BPJAMSOSTEK, yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Setelah disahkannya PP 82 Tahun 2019, mamfaat beasiswa untuk ahli waris peserta naik sebesar 1350% dan santunan kematian naik sebesar 75%. Dengan kenaikan manfaat yang sangat signifikan tersebut iuran BPJAMSOSTEK tidak naik sama sekali," ujar Awalul.

Secara rinci, beasiswa bagi ahli waris dari peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia naik menjadi sebesar Rp 174 juta untuk dua anak. Awalnya, beasiswa ahli waris hanya sebesar Rp12 juta untuk satu anak, dan santunan kematian yang semula Rp24 juta naik menjadi Rp42 juta.

Hingga saat ini sudah ada 2300 lebih nelayan di Provinsi Aceh yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Kami berharap dengan kenaikan manfaat ini seluruh nelayan dan masyarakat Aceh yang bekerja di sektor kelautan lebih tertarik dan terlindungi oleh program BPJAMSOSTEK. Pihak kami selalu standby setip hari senin s.d. jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB di Pos Layanan Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Lampulo, agar nelayan yang belum terdaftar dapat mendaftarkan dirinya dengan mudah, cukup dengan Rp16.800,- saja mereka sudah terlindungi program jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari BPJAMSOSTEK," jelas Awalul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Ilyas, melalui Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Oni Kandi, mengapresiasi langkah yang dilakukan BPJAMSOSTEK cabang Banda Aceh untuk mengedukasi dan memberikan perlindungan kepada para nelayan dan Anak Buah Kapal (ABK).

“Setiap ABK wajib terdaftar di BPJAMSOSTEK sebelum pergi melaut sesuai dengan peraturan Perjanjian Kerja Laut (PKL),” ujar Oni.

Oni mengatakan dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK setidaknya nelayan akan lebih tenang dalam bekerja, sebab seluruh risiko pekerjaannya ditanggung oleh BPJAMSOSTEK.

Komentar

Loading...