BPJAMSOSTEK Cabang Sigli Jalin Kerja Sama dengan RSUD Tgk Chik Ditiro

BPJAMSOSTEK Cabang Sigli Jalin Kerja Sama dengan RSUD Tgk Chik Ditiro
Foto bersama tim BPJAMSOSTEK Cabang Sigli dengan pihak Tgk Chik Ditiro.| Foto:I Ist

KBA.ONE, Sigli - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia. Salah satu dari wujud komitmen ini, dengan dilaksanakannya kerja sama operasional Bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, terkait perlindungan tenaga kerja non Aparatur Sipil Negara (ASN), di Sigli, Kabupaten Pidie, Rabu 24 Maret 2021.

Melalui kerja sama ini, BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja non ASN sebanyak 1.155 TK dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja  (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Sigli, Dahlia Sukma, menyampaikan jaminan sosial adalah hak normatif  tenaga kerja sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 2004, tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS.

“Dengan perlindungan ini, tentu akan menimbulkan kenyaman dalam bekerja dan berimplikasi pada  peningkatan produktifitas dalam bekerja,” katanya.

Kata Sukma, kecelakaan saat berangkat dan pulang bekerja ataupun dalam hubungan kerja dapat terjadi kepada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dengan adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, apabila terjadi risiko maka akan menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaaan.

“Inilaah wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar dari risiko sosial ekonomi kepada tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sukma.

Selain itu seperti diketahui, BPJAMSOSTEK adalah badan yang nirlaba, dimana iuran tidak memberatkan dan dikelola dengan  optimal untuk kepentingan peserta. Fokusnya adalah kesejahteraan peserta, seluruh hasil pengembangan dana kelolaan tentu akan dikembalikan dan dirasakan manfaatnya oleh peserta.

Dahlia mengimbau agar seluruh usaha dan tenaga kerja, baik dari sektor formal maupun informal agar ikut serta ke dalam program jaminan sosial dari BPJAMSOSTEK, karena jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak normatif setiap pekerja agar terlindungi dari risiko sosial ekonomi,” ungkapnya.

Direktur Utama RSUD Tgk Chik Ditiro, dr. Muhammad Yassir, menyampaikan rumah sakit dan semua jenis usaha lainnya wajib memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Sudah ada regulasinya, sudah ada toolnya yaitu BPJAMSOSTEK sebagai lembaga nirlaba yang tidak mencari keuntungan. Di sini, kami  membuat terobosan dengan melindungi tenaga kerja non ASN pada program BPJS Ketenagakerjaan. Yang paling penting aksi gerak cepat dan tidak berpikir lama dan segera menjadi peserta,” imbuh assir.***

Komentar

Loading...