BPKS dan Peluang Investasi Jangka Panjang

BPKS dan Peluang Investasi Jangka Panjang
Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). | Foto: Dok. KBA.ONE

KBA.ONE - Sabang merupakan salah satu pulau paling barat Indonesia yang memiliki potensi luar biasa, khususnya pada sektor pariwisata. Dalam mengembangkan kawasan ini, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai pengelola dan pengembang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang atau Sabang Free Trade Zone (FTZ), memiliki beberapa peluang investasi jangka panjang yang dapat dilirik oleh pebisnis dan dunia usaha, semua itu bertujuan mempercepat pembangunan Sabang.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain, mengatakan dalam mengembangkan kawasan Sabang khususnya pada pengelolaan pelabuhan, pihaknya saat ini berkolaborasi dengan PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang fokus pada beberapa agenda untuk dikerjakan, antara lain perencanaan pengembangan layanan bunkering, marine services, terminal logistik, dan scrapping kapal di pelabuhan Teluk Sabang. Saat ini BPKS memiliki Pelabuhan CT-1 dan CT-3 dengan kedalaman alami hingga 22 meter, sebagai ketertarikan utama bagi calon investor.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain. | Foto: KBA.ONE, Komar

“Ini akan dikembangkan sebagai pelabuhan hubungan internasional. Diharapkan dapat melayani kapal peti kemas berukuran 10.000 TEUs, untuk menjadi pintu masuk arus logistik ke wilayah Indonesia Barat,” harap Iskandar. 

Dari sektor pariwisata, Iskandar menyampaikan untuk mengembangkan yacht marina yang rencananya akan berlokasi di Pulau Klah, pihak BPKS telah menyepakati kerja sama pengembangan dengan Marine Development Industries, Ltd yang telah memiliki marina di Lombok, NTB.

Menurutnya, Sabang FTZ sangat ideal bagi para yachter karena dinilai berlokasi strategis, sebagai jalur lalu lintas yacht dan kapal pesiar lainnya (Langkawi dan Phuket), sehingga sangat memungkinkan para yachter untuk berlayar dengan nyaman. 

Namun untuk mendukung ekosistem tersebut, salah satu peluang bisnis yang paling dibutuhkan yaitu resort yang terhubung dengan yacht marina, disamping itu juga dapat digunakan oleh pengunjung wisata lainnya.

Pulau Klah, Sabang. | Foto: Tempatwisata.pro

Iskandar menyebutkan ada beberapa alasan berinvestasi resort di Sabang FTZ, diantaranya dengan masa konsesi jangka panjang, keuntungan finansialnya menempati peringkat tinggi diantara kemudahan investasi lainnya, “untuk mengurangi depresiasi real estate hotel membuat efisiensi pajak menjadi alasan penting untuk investasi hotel,” tambahnya.

Tak sampai di situ, dalam mengembangkan Kawasan Sabang, BPKS juga telah memiliki lahan bagi pembangunan resort di Lhok Weng  yang terletak di sepanjang taman wisata bahari konservasi, tepatnya berada di dekat Gapang Resort dan Iboih dengan luas 175 hektare. Pengembangan resort di lokasi ini dapat difokuskan untuk kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Alasan membangun resort di kawasan Lhok Weng, ungkap Iskandar, BPKS menilai beberapa atraksi wisata terdapat di sekitar area tersebut, dive spot dan dive center dapat dicapai dalam waktu 15 menit, juga terintegrasi dengan rencana pengembangan lainnya seperti yacht marina di Pulau Klah, golf resort di Bango, adventure resort di Gua Sarang, diving area di Pulau Rubiah, serta kawasan wisata monumen Nol Kilometer Indonesia.

Kapal layar (yacht) peserta SMF 2019. | Foto: Dok KBA.ONE

Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Erwanto, mengatakan Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) turut mendukung percepatan pengembangan pelabuhan Teluk Sabang CT-3 dan CT-1 agar berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, kata Erwanto, saat Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo melakukan kunjungan ke Sabang, ia mengusulkan agar Sabang menjadi emergency call port. Emergency call port yang dimaksud misalnya apabila kapal yang sedang berlayar di tengah laut terdapat salah satu kru-nya tiba-tiba sakit keras atau kapal mengalami kerusakan di laut, atau diperlukan pengisian bahan bakar segera, bisa bersandar dan dapat ditangani segera di Sabang.

"Sabang berlokasi di lintas Selat Malaka yang dilintasi lima ribu kapal setiap tahun. Sehingga berpotensi besar untuk Sabang menjadi emergency call port," ujar Erwanto yang juga mantan wakil bupati Abdya.

Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Erwanto. | Foto: Ist

Terkait usulan ini, pihak BPKS sepakat dan telah melakukan inisiasi terlaksananya rapat dengan Pemko Sabang serta CIQP (custom, immigration, quarrantine, port master). Namun, hingga saat ini belum terealisasi karena masih terdapat beberapa kendala yang harus segera diselesaikan, seperti kesiapan rumah sakit dan tidak adanya ruangan untuk pertolongan di laut.

Halaman12
Anara

Komentar

Loading...