BPKS Sabang Targetkan Gula Impor Bisa Masuk ke Sabang Sebelum 2022

BPKS Sabang Targetkan Gula Impor Bisa Masuk ke Sabang Sebelum 2022
Ilustrasi bongkar muat gula. | Foto: Ist

Ada sekitar 175 list produk impor setelah di-review di antaranya sepatu, tas, jam tangan kulit dan masih banyak lagi.

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pusat supaya komoditi gula dari luar bisa masuk ke Sabang.

Kepala BPKS Sabang, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri nomor 14 tahun 2020, menyatakan bahwa seluruh aktivitas untuk komoditi diambil alih oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, peraturan-peraturan seperti itulah yang menghambat Sabang untuk menggeliat.

"Sabang susah menggeliat karena ada peraturan-peraturan yang menghambat Sabang untuk menggeliat," kata Iskandar, Kamis 26 Agustus 2021, di Kantor BPKS Sabang di Banda Aceh.

Kepala BPKS Sabang, Iskandar Zulkarnaen. | Foto: KBA.ONE, Komar

Ia menyampaikan saat ini BPKS Sabang sedang melakukan negosiasi untuk merevisi beberapa peraturan yang menghambat, terutama di bidang komoditi. Adapun komoditi yang menjadi target dalam waktu dekat ialah gula impor bisa masuk ke Sabang.

"Insya Allah kita berusaha di kuartal ke IV ini Oktober mendatang, peraturan yang menghambat Sabang di bidang komoditi itu kita diminta dilakukan revisi, saya minta komoditi gula dari luar bisa masuk ke Sabang. Kita fokus pada satu komoditi saja dulu," sebut Iskandar.

Menurutnya, jika itu diberikan maka Sabang akan bergerak, regulasi nantinya akan berlaku. Iskandar juga meminta untuk bisa diberikan apa yang sudah diminta sesuai regulasi.

Sementara itu terkait jumlah volume gula impor, pemerintah juga telah menentukan formula. Jumlah gula yang diberikan kepada masyarakat nantinya berdasarkan jumlah penduduk, jumlah tamu yang datang, home industri dan kebutuhan buat kue dan sebagainya.

"Jadi jumlah gula yang akan masuk ke Sabang itu berdasarkan formula yang diberikan. Gak bisa masuk sesuka kita," tegas Iskandar.

Pelabuhan Sabang. | Foto: Ist

Selain itu, Iskandar menyebutkan sebelumnya ada 206 list produk impor yang diminta bisa masuk ke Sabang. Kemudian setelah dilakukan review sisa 175 list produk impor yang bisa masuk. "Adapun list-list produk impor itu seperti sepatu, tas, jam tangan kulit dan masih banyak lainnya," ungkapnya.

Iskandar menjelaskan apa yang dilakukan BPKS hanya persiapan untuk penerimaan impor itu saja. BPKS Sabang sebagai regulator punya hak dan kewajiban untuk mencari investor yang benar. "Untuk bisa memasukkan barang ke dalam BPKS, nantinya tinggal mereka distribusikan saja," sebutnya.

"Pendistribusiannya nanti melalui importir yang jelas, kita yang tunjukkan importirnya siapa, terus mereka jual," tuturnya.

Capaian setahun menjabat

Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan setelah satu tahun menjadi Kepala BPKS Sabang, dirinya ingin semua aturan yang tercantum dalam Permendagri nomor 12 tahun 2020 itu harus berpihak ke Sabang. Khususnya mempermudah segala urusan berkenaan dengan ekspor impor komoditi.

Selama kepemimpinannya, Pemerintah Aceh melalui Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) juga telah melakukan kerja sama, di antaranya:

1. PT. Krakatau Bandar Samudera (anak perusahaan Krakatau Steel)

Pengelolaan pelabuhan dan pengembangan bisnis yang terkait dengan kepelabuhanan (misalnya layanan bunkering, marine services, terminal logistik, scrapping kapal, dan lain-lain).

2. Marina Del Ray

Pengembangan marina yacht/kapal latar, klub marina, eco-resort.

3. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai Pelabuhan Darurat (emergency call port), pergantian kru kapal (crew change), dan bisnis layanan bunkering.

4. Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO)

Kemitraan strategis bagi pengembangan FTZ Sabang (perdagangan, pengelolaan pelabuhan, dan pariwisata).

5. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Memfasilitasi, mempromosikan, terlibat dalam pengembangan pariwisata FTZ Sabang.

6. Bank Indonesia (Kantor Perwakilan Aceh)

Mempromosikan, memfasilitasi business matching dengan prospektus investor untuk pengembangan FTZ Sabang lebih lanjut.

7. Kementerian Penanaman Modal (BKPM)

Memfasilitasi, mempromosikan, dan menghubungkan calon investor khususnya yang berlokasi di UEA.

8. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia (BPPT)

Kerjasama dalam pengembangan aplikasi teknologi dan lingkungan.

Kantor BPKS di Sabang. | Foto  dok. KBA.ONE

9. PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)

Menjamin pasokan gula di Kawasan Sabang full stock.

10. ITDC

Kemitraan strategis dalam pengembangan Sabamg FTZ sebagai destinasi wisata.

11. Hotel Indonesia Natour (Grup HIN/INNA)

Menjajaki peluang dalam pengembangan resor MICE di Lhok Weng, Sabang.

12. Bobobox

Menjajaki peluang untuk berkolaborasi dalam pengembangan  technological-budget accomodation untuk turis   

13. Jatim Park

Penjajakan awal bagi pengembangan Zero Kilometer Themepark.

"Saya berusaha sekuat tenaga atas kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh investor. Berikan kepercayaan kepada manajemen untuk menyelesaikan hal-hal yang kemarin kurang menyenangkan," ujar Iskandar.

Iskandar juga menyampaikan akan memberikan yang terbaik untuk Aceh supaya Aceh bisa menjadi yang terbaik. Langkah-langkah yang hari ini dilakukan oleh tim merupakan upaya untuk masa depan Aceh yang lebih baik.***

Anara

Komentar

Loading...