Bukan Pungguk Merindukan Bulan

Bukan Pungguk Merindukan Bulan
Ilustrasi: Wall Street Oasis

Hasrat membangun kemandirian energi di Aceh sejak lama muncul. Tapi sering kali kandas di tengah jalan.

PERTEMUAN Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan membawa angin segar ke Aceh. Publik tentu berharap, pembahasan tentang energi dan rencana pembangunan energi di Aceh ke depan benar-benar terwujud, bukan sekadar menambah tumpukan notulensi di kantor Jonan.

Permasalahan di sektor energi Aceh memang perlu segera dicarikan jalan keluar. Karena itu, Irwandi mencanangkan program Aceh Energi. Harapannya dapat membebaskan Aceh dari krisis listrik dengan memanfaatkan sejumlah potensi yang dimiliki Aceh.

Aceh punya banyak sumber daya alam yang dapat dijadikan sebagai sumber energi terbarukan. Beberapa nama yang sering didengar adalah energi panas bumi Seulawah, Geureudong dan Jaboy. Dukungan Jonan terhadap pelaksanaan protek ini hendaknya benar-benar diwujudkan dengan membantu Aceh menyelesaikan urusan perizinan di tingkat pusat yang saat ini masih tumpang tindih.

Energi terbarukan adalah salah satu modal penting bagi pembangunan Aceh. Selain itu, pembangunan pabrik geotermal, misalnya, tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan regional. Dengan mengoptimalkan operasional kilangnya, Aceh akan mampu menjual energi ini ke luar Aceh.

Pemerintah pusat juga memasang target tinggi dalam pembangunan kilang energi terbarukan. Ini adalah cara ramah lingkungan untuk mendapatkan daya. Apalagi, di Aceh Barat, terbukti pembangkit listrik berbahan fosil lebih banyak mendatangkan masalah ketimbang maslahah.

Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di sektor pertambangan batu bara kini mulai mengalihkan pandangan mereka. Sebelum mereka masuk ke Aceh, ada baiknya Pemerintah Aceh menjadi pihak pertama yang mengendalikannya. Dengan demikian, keuntungan dari operasional perusahaan penghasil energi terbarukan masuk lebih besar ke rekening daerah.

Aceh memiliki banyak sumber daya alam. Dan jangan lupa, Aceh juga memiliki sumber daya manusia yang memiliki kapasitas untuk membangun mimpi kemandirian energi di masa depan. Mereka tersebar di banyak universitas dan perusahaan besar. Mungkin ini saat paling tepat memulangkan mereka untuk membangun kampung halaman. Semoga saja ini tak seperti pungguk merindukan bulan.

Komentar

Loading...