Bupati Aceh Tamiang: ASN Tidak Berurusan dengan Istri Bupati

Bupati Aceh Tamiang: ASN Tidak Berurusan dengan Istri Bupati
Bupati Mursil saat memberi pengarahan di Dinas PU PR Tamiang. | Foto: Erwan.

KBA.ONE, Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang  Mursil mengingatkan semua Aparatur Sipil Negeri (ASN) tidak ada berurusan dengan istri bupati atau istri wakil bupati. Penegasan itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan jajaran ASN di Dinas Pekerjaan Umum,  Perumahan Rakyat.

"Semua ASN, tidak ada membuat urusan kedinasan dengan istri bupati atau istri wakil bupati. Kami sudah sepakat bahwa istri kami tidak akan mencampuri urusan kedinasan, ya, kan Pak Wakil? " tegas Mursil yang diaminkan oleh Wakil Bupati T Insyafuddin saat melakukan pengarahan kepada seluruh jajaran ASN Dinas PUPR, beberapa hari lalu.

Dalam kunjungan tersebut Bupati meminta kepada seluruh ASN yang berada dalam lingkungan Pemkab Aceh Tamiang agar menjalankan kewajiban sebagai abdi negara sesuai aturan berlaku dan bertanggung jawab terhadap yang sudah dibebankan." Jangan ada PNS di dinas yang berurusan dengan hukum. Semua pekerjaan harus benar dan tidak dimainkan karena demi uang," tegasnya.

Bupati juga meminta kepada seluruh jajarannya agar disiplin kehadiran pukul 7.45 WIB dan semua SKPK wajib melaksanakan apel pagi pada pukul 8.00 WIB dan semua SKPK wajib melaksanakan salat berjamaah. "Niat kami hanya untuk ibadah jadi mohon kepada semua PNS agar dapat bersama untuk ibadah sebagai tanggungjawab kita hidup."

PNS, kata Bupati Mursil,  wajib melaksanakan kedinasan 8 jam keaktifan di kantor memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan.  Tidak ada PNS saat jam dinas berada di warung kopi. Gunakan jam istrahat untuk duduk di warung kopi. Jangan ada kantor di dalam kantor. "Selama ini semua urusan selalu di ungkapkan di warung kopi,  jual beli paketpun terjadi di warung kopi," tegas Mursil.

Mursil menegaskan di bawah kepemimpinannya tidak ada jual beli jabatan. Dan jangan melakukan lobi - lobi istri bupati dan istri wakil bupati. Semua bekerja harus sesuai dengan aturan.  " Tidak ada lompat pagar untuk menjadi kepala dinas,  semua ada jenjang kepangkatan."  

Pada kesempatan  itu Mursil mengaku ada rekanan datang ke rumah dan memberi uang Rp 1 miliar kepada dirinya dengan harapan untuk mendapatkan proyek. Mursil juga mengingatkan jangan ada PNS yang melakukan lobi jabatan dengan memberi uang.

"Jabatan tidak ada jual beli, semua ada jenjangnya. Ini saya belum dilantik tapi sudah ada yang mengantar uang untuk minta jabatan. Jadi jangan harap PNS naik jadi kepala dinas dengan uang. Dulu saya belum dilantik aja saya tolak, apalagi sekarang saya sudah dikantik pasti saya tolak, " tegas Mursil.

Komentar

Loading...